Video Rekonstruksi Gaza: Ada Patung Emas Donald Trump dan Netanyahu Tengah Berjemur
Lebih dari 40 ribu komentar mengecam video AI tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengunggah video rekonstruksi Jalur Gaza di akun Instagram pribadinya. Video hasil produksi kecerdasan artifisial atau AI tersebut menuai kecaman karena menggambarkan penduduk Gaza seolah memuja Trump.
Video itu turut memperlihatkan Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjemur di tepi kolam renang hotel mewah yang dibangun di Gaza.
Trump mengunggah video rekonstruksi Gaza di Instagram pribadinya @realdonaldtrump pada Rabu (26/2/2025). Pada awal video berdurasi 33 detik tersebut, diperlihatkan kondisi Gaza yang porak-poranda akibat konflik. "Gaza 2025. Whats Next?" demikian tertulis pada detik-detik awal video.
Video kemudian menggambarkan warga Gaza melangkah keluar dari sebuah rongga atau terowongan batu dengan pemandangan gedung pencakar di hadapan mereka. Selanjutnya video tersebut memperlihatkan suasana kesibukan pasar.
Sosok pendiri Tesla, Elon Musk, turut muncul dalam video yang diunggah Trump. Dia tampak sedang menikmati makanan di tepi pantai dengan wajah semringah. Saat ini Elon Musk merupakan salah satu tokoh di AS yang mendukung pemerintahan Trump.
Dalam video tersebut ditampilkan pula sebuah gedung atau bangunan seperti hotel mewah bertuliskan "Trump Gaza" pada fasadnya. Video kemudian menunjukkan sebuah patung Trump berlapis emas berdiri menjulang di tengah-tengah kota.
Menjelang akhir video, Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tampak tengah berjemur di tepi kolam renang hotel mewah sambil menikmati segelas jus. Hingga berita ini ditulis, video rekonstruksi Gaza yang diunggah akun Instagaram Trump telah ditonton 17,7 juta kali dengan hampir 40 ribu komentar.
Banyak akun yang mengkritik dan mengecam video tersebut. "This is so wrong (Ini sangat keliru)," tulis akun @barbthebeautyconcierge. Akun lainnya, yakni @thtforeign menulis, "Only brainwashed Americans support Israel (hanya warga Amerika yang tercuci otaknya mendukung Israel)".
"This is disgusting and demonic (ini menjijikkan dan jahat)," tulis akun @mrog85. Akun @rafaelavanesssa menulis, "All the people who support this devil, go to hell !!! (Semua orang yang mendukung iblis ini, masuk ke neraka)".
Sebagian akun menduga bahwa akun Instagram Trump diretas karena mengunggah video tersebut. Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada 4 Februari 2025 lalu, Trump menyampaikan bahwa dia hendak mengambil alih Jalur Gaza.
"Sejauh menyangkut Gaza, kami akan melakukan apa yang diperlukan. Jika memungkin melakukannya, kami akan mengambil alih bagian itu, kami akan membangunnya, menciptakan ribuan pekerjaan," kata Trump.
Trump menambahkan bahwa dia tidak ingin melihat peristiwa yang terus berulang di Gaza. "Saya melihat posisi kepemilikan jangka panjang (atas Gaza) dan saya melihatnya membawa stabilitas besar ke bagian Timur Tengah tersebut dan mungkin seluruh Timur Tengah," ucapnya.
Menurut Trump, gagasannya mengambil alih Gaza didukung sejumlah pihak. "Semua orang yang saya ajak bicara menyukai gagasan AS memiliki sebidang tanah itu, mengembangkan dan menciptakan ribuan pekerjaan dengan sesuatu yang akan luar biasa," ujar Trump.