Pertamax ‘Oplosan’, Ini Peringatan Keras Rasulullah SAW untuk Elite yang Tipu Rakyat

Rasulullah

Republika/Thoudy Badai
Pengendara mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di SPBU di kawasan Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (13/5/2024). Sebelumnya, SPBU tersebut dikabarkan tidak lagi menjual BBM jenis pertalite, namun berdasarkan pantauan Republika, SPBU dengan nomor kode 34.132.09 itu masih menjual BBM pertalite. Selain itu, SPBU tersebut juga menjual produk BBM jenis terbaru yakni Pertamax Green dengan oktan RON 95 hasil pengembangan dari energi terbarukan berupa Bioetanol yang sudah teruji oleh Worldwide Fuel Charter (WWFC).
Red: Nashih Nashrullah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rasulullah SAW memberikan peringatan keras terhadap siapapun pemimpin yang melakukan tipu daya terhadap rakyatnya. Termasuk dalam kasus manipulasi bahan bakar minyak (BBM) research octane number (RON) 90 yang dipasarkan menjadi RON 92 oleh anak perusahaan Pertamina memicu kemarahan publik.

Baca Juga


Rasulullah SAW mengingatkan sebagai berikut:

عن معقل بن يسار رضِي الله عنه أن رسول الله صلَّى الله عليه وسلَّم قال: "ما من عبدٍ يستَرعِيه الله رعيَّة، يموت يوم يموت وهو غاشٌّ لرعيَّته؛ إلا حرَّم الله عليه الجنة

Dari Ma'qil bin Yasar RA-, Rasulullah SAW, "Tidaklah seorang hamba yang dipercayakan oleh Allah untuk mengurusi rakyat, lalu ia mati pada hari kematiannya dalam keadaan tidak jujur kepada rakyatnya, melainkan Allah akan mengharamkannya dari surga." (HR Bukhari dan Muslim)

Imam al-Nawawi, dalam Syarh Shahih Muslim, mengutip pernyatan Imam Qadi al-‘Iyadh menjelaskan akna ayat ini adalah peringatan bagi kaum Muslimin agar tidak menipu orang yang telah Allah berikan amanah kepada mereka dalam sebagian urusan, mempercayakannya kepada mereka dan mengangkatnya untuk kemaslahatan mereka dalam agama dan dunia.

Jika dia mengkhianati apa yang telah diamanahkan kepadanya, baik dengan cara lalai dalam menyampaikan agama dan mengajak mereka kepada agama, maupun dengan cara lalai dalam melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya, seperti menjaga dan membela hukum-hukumnya, Nabi SAW telah memperingatkan bahwa hal itu termasuk dosa besar yang dapat mengeluarkan seseorang dari surga.

Imam al-Munawi dalam Faidh al-Qadir menjelaskan jika dia tidak memberi nasihat dalam apa yang telah diamanahkan kepadanya, atau jika dia lalai dalam menegakkan batas-batas, memulihkan hak-hak, menjaga lingkungan, memerangi musuh, menjaga syariat, dan mengusir orang-orang sesat dan Khawarij, maka dia termasuk dalam peringatan yang keras dan bermanfaat ini.

"Ini adalah salah satu dosa terbesar yang dikeluarkan dari surga, dan dengan mengatakan pada hari kematian, maksudnya adalah tobat sebelum kematian itu bermanfaat," tulis dia. 

Larangan dan hukuman ini menunjukkan bahwa kecurangan, penipuan, dan semua cara curang benar-benar dilarang, baik dalam penjualan atau dalam transaksi lain antara orang-orang, dan melakukan hal itu termasuk dalam ruang lingkup kecurangan, pengkhianatan, dan memakan uang orang dengan sia-sia

Hal ini bisa dirujuk dalam sejumlah referensi antara lain Ihya Ulumuddin Imam al-Ghazali dan az-Zawajir ‘an Iqtiraf al-Kabair karangan Ibn Hajar al-Haitami. 

Pengusutan korupsi ekspor impor minyak mentah dan produk kilang di anak usaha PT Pertamina menemukan adanya manipulasi bahan bakar minyak (BBM) research octane number (RON) 90 yang dipasarkan menjadi RON 92. Hal tersebut terungkap dalam penjelasan kronologi dan modus operandi praktik permufakatan jahat yang dilakukan para pelaku.

Selain itu, tindak pidana korupsi ekspor impor minyak mentah dan produk kilang tersebut merugikan keuangan negara sebesar Rp 193,7 triliun. RON adalah kadar oktan pada jenis bahan bakar bensin yang menjadi standar kualitas BBM. Semakin tinggi kadar oktan atau RON pada BBM maka semakin baik sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.

"Dalam pengadaan produk kilang oleh PT Pertamina Patra Niaga tersangka RS melakukan pembayaran, dan pembelian bahan bakar minyak RON 92. Padahal sebenarnya hanya membeli RON 90 atau lebih rendah," kata Qohar di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Senin (24/2/2025) malam WIB.

BACA JUGA: Tentara Israel yang Dilepaskan Hamas: Netanyahu, Anda Telah Membunuh Kami Semua

Menurut Qohar, dari RON 90 yang didatangkan dengan harga RON 92, PT Pertamina Patra Niaga melakukan kejahatan lain berupa blending atau pencampuran melalui storage atau depo.

"Kemudian dilakukan blending di-stroge atau depo untuk selanjutnya dijadikan RON 92 yang hal tersebut tidak diperbolehkan," ujar Qohar.

Pertamina Klaim Sukses Tekan BBM Subsidi - (Tim Infografis)

 

Dari BBM RON 90, sambung dia, para pelaku memanipulasinya menjadi RON 92 untuk dilepas dan dijual ke masyarakat dengan harga jenis bahan bakar beroktan tinggi.

Pengusutan korupsi ekspor impor minyak mentah dan produk kilang di anak usaha PT Pertamina oleh Kejagung sementara ini sudah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka.

Para tersangka tersebut salah satunya adalah Riva Siahaan (RS) selaku direktur utama (dirut) PT Pertamina Patra Niaga. Sani Dinar Saifuddin (SDS) sebagai direktur Optimasi Feedstock and Product PT Kilang Pertamina International dan Yoki Firnandi (YF) selaku dirut PT Pertamina Shipping.

BACA JUGA: Hasil Autopsi Jenazah Yahya Sinwar Oleh Tentara Israel Ungkap Fakta Mengagumkan

Adapula Agus Purwono (AP) yang dijerat atas perannya selaku vice president Feedstock Management PT Kilang Pertamina International dan dari pihak swasta, yakni Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR) selaku pemilik manfaat (benefit official) dari PT Navigator Khatulistiwa, Dimas Werhaspati (DW) tersangka selaku komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus komisaris PT Jenggala Maritim.

Terakhir adalah Gading Ramadhan Joedo (GRJ) yang ditetapkan tersangka atas perannya sebagai komisaris PT Jenggala Maritim sekaligus dirut PT Orbit Terminal Merak. Adapun MKAR adalah putra dari raja minyak Mohammad Riza Chalid.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Berita Terpopuler