Sebelum Munkar-Nakir, Inilah Malaikat yang Datangi Ahli Kubur
Ahli kubur disuruh oleh malaikat ini untuk menulis amal baik dan amal buruknya.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika mayat telah masuk dimasukkan ke dalam lubang kuburnya, maka saat itulah ia memasuki alam barzakh. Inilah alam setelah kehidupan dunia dan sebelum hari kiamat, yakni yang di dalamnya Pengadilan Akhirat terjadi.
Di alam barzakh, si mayat atau ahli kubur akan didatangi dua malaikat, yakni Munkar dan Nakir. Namun, sebelum kedua makhluk Allah yang taat itu, ada lagi satu malaikat yang akan menjumpai si mendiang.
Dialah Ruman. Malaikat ini diperintahkan Allah Ta'ala untuk menyelidiki setiap amal yang sudah dikerjakan ahli kubur ketika masih hidup di dunia.
Malaikat Ruman akan meminta ahli kubur mencatat semua amal kebaikan dan keburukan yang pernah dilakukannya selama hidup di dunia pada kain kafannya. Setelah itu, catatan amal itu digantungkan pada leher ahli kubur itu.
Ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah riwayat sebagai berikut.
ذكر الإمام أبو حامد في كتاب كشف علم الآخرة: وقد روي عن ابن مسعود رضي الله عنه أنه قال: يا رسول الله ما أول ما يلقى الميت إذا دخل قبره ؟ قال : يا ابن مسعود ما سألني عنه أحد إلا أنت فأول ما يناديه ملك اسمه رومان يجوس خلال المقابر ، فيقول: يا عبد الله اكتب عملك فيقول : ليس معي دولة ولا قرطاس ، فيقول: هيهات كفنك قرطاسك ، ومدادك ريقك ، وقلمك إصبعك ، فيقطع له قطعة من كفنه ثم يجعل العبد يكتب وإن كان غير كاتب في الدنيا ، فيذكر حينئذ حسناته وسيئاته كيوم واحد، ثم يطوي الملك القطعة ويعلقها في عنقه ، ثم قال رسول الله ﷺ:
Imam Abu Hamid menyebutkan di dalam kitab Kasyful Ulum al-Akhirah. Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud, ia bertanya (kepada Nabi Muhammad SAW): "Ya Rasulullah, apa yang pertama kali ditemui mayat ketika masuk ke dalam kuburnya?"
Rasulullah SAW menjawab, "Wahai Ibnu Mas'ud, tak ada yang bertanya padaku seperti ini seorang pun kecuali engkau. Yang pertama itu, ia (ahli kubur) dipanggil oleh malaikat yang bernama Ruman, yang tugasnya menyelidiki adakah amal buruk si penghuni kubur. Maka dia (Malaikat Ruman) akan berkata, 'Wahai hamba Allah! Tulislah amal-amalmu!'
Maka menjawab si ahli kubur, 'Aku tak punya tinta dan juga kertas.'
Maka berkata Malaikat Ruman, 'Jadikanlah kain kafanmu sebagai kertas, dan ludahmu sebagai tinta, lalu jarimu sebagai pena!'
Malaikat itu memotong bagi ahli kubur itu sepotong kain kafannya. Kemudian, si hamba (ahli kubur) itu menulis walaupun saat di dunia ia tak pandai menulis. Dengan itu, dia bisa mengikat semua perbuatan baiknya dan perbuatan buruknya dalam satu hari.
Kemudian, malaikat (Ruman) melipat potongan kain itu dan menggantungkannya di leher ahli kubur itu" (Lihat kitab At-Tadzkirah karya Imam Qurthubi penerbit Maktabah Darul Minhaj, halaman 353).
Dalam riwayat lain disebutkan, ketika si ahli kubur hendak mencatat amal buruknya, ia merasa malu. Malaikat Ruman lalu berkata padanya, “Wahai pendosa! Mengapa kamu tidak malu kepada Allah yang menciptakanmu ketika kamu melakukan amal jelek sewaktu di dunia, dan sekarang kamu malu kepadaku?” Maka malaikat ini mengangkat tiang besar dan memukulkannya kepada si ahli kubur. Ia berkata, “Aku akan menulis semua amal baik dan amal burukku dalam lembaran ini.”
Kemudian, Malaikat Ruman melipatnya dan mengalungkan potongan kain kafan itu di leher si ahli kubur hingga hari kiamat. Ini sesuai dengan firman Allah SWT.
وَكُلَّ اِنۡسَانٍ اَلۡزَمۡنٰهُ طٰۤٮِٕرَهٗ فِىۡ عُنُقِهٖؕ وَنُخۡرِجُ لَهٗ يَوۡمَ الۡقِيٰمَةِ كِتٰبًا يَّلۡقٰٮهُ مَنۡشُوۡرًا
"Dan setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka" (QS al-Isra: 13).