Rabu 12 Jan 2011 05:32 WIB

Kulit Yanti Melepuh Setelah Diimunisasi DPT

Rep: lilis handayani/ Red: taufik rachman

REPUBLIKA.CO.ID,MAJALENGKA--Yanti Septianti, bayi berusia tiga bulan, kelutnya melepuh setelah mendapatkan imunisasi DPT di pos pelayanan terpadu (Posyandu) di desa Jatipamor, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka.

 

Ibu kandung korban, Siti Aisyah (32), menuturkan, sebelum diimunisasi, anaknya dalam kondisi sehat. Karena itu, tanpa ragu, dia pun membawa anaknya ke posyandu di desanya untuk mendapat imunisasi. ‘’Yang saya tahu, imunisasi akan membuat anak menjadi sehat,’’ kata Siti Aisyah, saat ditemui sedang menjaga Yanti di RSUD Majalengka, Selasa (11/1).

Namun, lanjut Siti Aisyah, setelah pulang dari posyandu, Yanti mengalami gatal-gatal pada kulit bagian sekitar leher. Setelah itu, dua hari kemudian, badan Yanti mengalami panas tinggi dan diikuti dengan kulit yang melepuh pada sekujur tubuhnya. ‘’Yanti menjadi sangat rewel dan menangis terus,’’ tutur Siti Aisyah. Siti Aisyah pun langsung membawa anaknya ke RSUD Majalengka.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Gandana Purwana, saat dimintai tanggapannya, menjelaskan, imunisasi terkadang memberikan reaksi pada tubuh bayi. Dia menduga, tubuh Yanti tidak kuat menerima vaksi imunisasi yang dimasukkan dalam tubuhnya.‘’Daya tahan tubuh bayi memang berbeda-beda saat menerima imunisasi,’’ tutur Gandana.

Gandana mengatakan, biaya pengobatan terhadap Yanti akan sepenuhnya dibiayai oleh dana jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas). Pasalnya, orang tua Yanti memang masuk dalam daftar penerima jamkesmas.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement