Rabu 23 Jun 2010 04:33 WIB

Pemprov DKI akan Pulangkan Preman ke Daerah Asal

Rep: C14/ Red: taufik rachman

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Sedikitnya tiga preman yang mengamen diatas kendaraan umum terpaksa dikirim ke polisi karena membawa senjata tajam ketika beraksi. Sedangkan 420 preman yang kerap beraksi diatas kendaraan umum dikirimkan ke panti sosial milik Dinas Sosial DKI di Kedoya dan Cipayung untuk pembinaan.

"Saat ini, panti-panti sosial membludak. Rencananya, preman-preman itu akan segera dipulangkan ke daerah asalnya," kata Kepala Satpol PP DKI, Effendi Anas, di Jakarta, Selasa (22/6).

Sejauh ini, tambah Effendi, belum ada preman atau pengamen yang dipulangkan ke daerah asalnya karena masih harus dilakukan pembinaan. Selain itu, razia preman yang digelar sejak tanggal 14 Juni lalu masih tetap berlangsung selama sebulan kedepan.

Tim gabungan dari Satpol PP DKI, Dinas Perhubungan, Polda Metro Jaya, dan TNI melakukan razia di angkutan umum secara acak, untuk menjaring pengamen dan preman yang mengganggu kenyamanan penumpang dengan melakukan pemaksaan maupun pemerasan. Beberapa titik yang menjadi sasaran razia, yakni Jalan Kebon Sirih, Jalan Letjen Soeprapto, dan Jalan Kramat di Jakarta Utara.

Sedangkan di Jakarta Pusat penertiban antara lain dilakukan di Salemba dan Jalan Kebon Sirih. Di Jakarta Barat, beberapa titik yang menjadi sasaran penertiban, yakni Pabrik Gelas Pasari, Pertamina, Jakarta Design Center Slipi, dan didepan Universitas Trisakti. Di Jakarta Timur, razia dilakukan antara lain di Pospol Cawang, Matraman, dan Pospol Pemuda.

Effendi mengatakan setelah razia preman, pihaknya tetap akan melakukan razia rutin di seluruh wilayah. Hari pertama penertiban, tim gabungan menertibkan sebanyak 112 preman, 68 orang di Jakarta Pusat dan 44 orang di Jakarta Utara. Sebanyak 117 preman lainnya terjaring di hari kedua yang digelar di Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI, Udar Pristono, memaparkan cara penertiban yang dilakukan tim gabungan yakni dengan diam-diam dan menggunakan pendekatan persuasif. "Petugas Dishub DKI akan naik angkutan umum secara acak menggunakan baju bebas, jika ditemukan ada preman maka akan mengirimkan SMS ke posko terdekat," kata Pristono. Jika ditemukan adanya preman di angkutan umum tersebut, maka petugas akan memberhentikan bus tersebut untuk menertibkan preman.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement