Jumat 15 Oct 2010 20:41 WIB

Kembali Terkepung Banjir, Warga Cipinang Melayu Mengungsi

Rep: Ditto Pappilanda/ Red: Endro Yuwanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Luapan air Kali Sunter kembali meninggi dan mengepung ratusan kepala keluarga di tujuh RW di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar Jakarta Timur, Jumat (15/10). Ketinggian air bahkan telah mencapai atap rumah warga di RW 3 dan RW 4.

Saat ini, puluhan warga mengungsi ke lima posko penampungan, tepatnya di Kantor Kelurahan Cipinang Melayu, kantor RW 3 dan RW 4, Masjid Al Hidayah di RW 4, serta di Universitas Borobudur.

Ketinggian air kambali naik sejak pukul 23.30 malam tadi, padahal sore sebelumnya ketinggian air sempat surut sehingga warga memutuskan kembali ke rumah masing-masing.

"Banyak yang terjebak di dalam rumah karena tidak menyangka air akan kembali naik," tutur. Sukati, 50 tahun, yang tinggal di RT 2/RW 4. Sukati yang tinggal bersama bersama enam anggota keluarganya tinggal di rumah panggung setinggi 1 meter dari atas tanah, namun pagi ini air bahkan sudah memasuki rumah Sukati hingga mencapai lutut.

Untuk sarapan, Palang Merah Indonesia wilayah Jaktim menyediakan ratusan mangkuk bubur dan kacang hijau. Sementara, Pemerintah Kota Jaktim akan menyediakan 2000 kotak nasi untuk makan siang dan makan malam warga.

"Total ada 900 kepala keluarga di RW 3,4,5,9,10, dan 11 Kelurahan Cipinang Melayu," ujar Arifin, Sekretaris Kota Jaktim yang datang meninjau posko RW 3. Menurut Arifin, Pemkot Jaktim siap menyalurkan bantuan kepada korban luapan air Kali Sunter.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْ حَاۤجَّ اِبْرٰهٖمَ فِيْ رَبِّهٖٓ اَنْ اٰتٰىهُ اللّٰهُ الْمُلْكَ ۘ اِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّيَ الَّذِيْ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۙ قَالَ اَنَا۠ اُحْيٖ وَاُمِيْتُ ۗ قَالَ اِبْرٰهٖمُ فَاِنَّ اللّٰهَ يَأْتِيْ بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِيْ كَفَرَ ۗوَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَۚ
Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata, “Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,” dia berkata, “Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata, “Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat.” Maka bingunglah orang yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.

(QS. Al-Baqarah ayat 258)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement