Jumat 12 Jun 2015 18:22 WIB

Bayi Caesar Berisiko Penyakit Kronis Dikemudian Hari

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Operasi caesar.
Foto: asiahealthcareblog.com
Operasi caesar.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Bayi yang terlahir dengan proses caesar lebih besar kemungkinannya menderita penyakit kronis dikemudian hari ketimbang bayi yang dilahirkan secara normal. Ini berdasarkan studi terbaru yang diterbitkan dalam British Medical Journal oleh ahli  New York University's Wagner School bernama Jan Blustein dan Profesor Jianmeng Liu dari NYU School of Medicine and Jianmeng Liu di Peking University.

Hasil penelitian keduanya mendorong dunia medis untuk lebih aktif menyediakan layanan konsultasi dengan calon orang tua tentang risiko bayi caesar, yaitu obesitas, asma, dan diabetes.

"Operasi caesar itu hanya dibutuhkan medis dalam keadaan  darurat. Sayangnya, permintaan ibu-ibu untuk melahirkan dengan caesar semakin tinggi di dunia saat ini, bahkan 90 persen wanita di Amerika Serikat melakukan operasi caesar berulang," kata Blustein, dilansir dari Science Daily, Jumat (12/6).

Para peneliti meninjau bukti ini dari berbagai sumber, termasuk observasi sejumlah sampel anak yang terlahir caesar. Mereka juga melakukan uji klinis pada ibu-ibu yang menjalani operasi caesar. Blustein mengatakan sudah waktunya untuk memasukkan informasi tentang risiko kesehatan anak dalam jangka panjang jika dilahirkan secara caesar.

"Jelas bahwa anak-anak caesar memiliki tingkat kesehatan lebih rendah dibanding anak yang lahir normal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memastikan apakah caesar ini yang menyebabkan penyakit tersebut atau apakah ada faktor lain yang berperan," kata Blustein.

Penelitian ini, kata Blustein belum diketahui secara luas. Ia mengimbau berbagai pihak untuk berubah, sehingga dokter, bidang, dan pasien bisa mempertimbangkan risiko kelahiran caesar.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement