Jumat 15 Jul 2016 10:14 WIB

Halau Depresi dengan Perubahan Pola Makan, Ini Caranya

Rep: Adysha Citra R/ Red: Andi Nur Aminah
Depresi bisa memunculkan perasaan tidak mampu menjalani kehidupan.
Foto: Agung Supriyanto/Republika
Depresi bisa memunculkan perasaan tidak mampu menjalani kehidupan.

REPUBLIKA.CO.ID, Mencegah depresi tidak hanya berkenaan dengan faktor-faktor psikologis semata. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa risiko depresi dapat dihalau dengan sedikit perubahan dalam pola makan.

Dalam penelitian yang diterbitkan pada jurnal BMC Medicine ini, tim peneliti mencoba mencari benang merah antara nutrisi dan kesehatan mental. Oleh karena itu, dalam kurun waktu 10 tahun tim peneliti mengobservasi pola makan dari 15.093 peserta penelitian.

"Kami ingin memahami apa peran yang dimainkan oleh nutrisi dalam kesehatan mental, karena kami percaya bahwa beberapa pola diet dapat melindungi akal pikiran kita," ungkap salah satu peneliti Dr Almudena Sanchez-Villegas seperti dilansir Spring.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nutrisi memang memegang salah satu peranan penting dalam kesehatan mental. Setelah melalui observasi panjang, tim peneliti menemukan bahwa peserta yang lebih sering mengonsumsi kacang-kacangan, buah dan sayuran memiliki risiko depresi lebih rendah.

Kandungan asam lemak omega-3, vitamin dan mineral yang banyak terkandung dalam kacang-kacangan, buah dan sayur dipercaya sebagai 'dalangnya'. Tim peneliti menilai asam lemak omega-3, vitamin dan mineral ini yang berperan dalam menurunkan risiko depresi pada peserta penelitian.

Pola makan para peserta yang banyak mengonsumsi kacang-kacangan, buah dan sayur ini dinilai mendekati pola Diet Mediterania. Tim peneliti menemukan bahwa penerapan Diet Mediterania yang tidak terlalu ketat sudah dapat menurunkan risiko depresi pada seseorang. Akan tetapi penerapan Diet Mediterania yang sangat ketat tidak memperlihatkan adanya 'efek' tambahan terhadap penurunan risiko depresi lebih jauh.

"Jadi, saat ambang batas (penurunan risiko depresi) sudah tercapai, penuruan risiko akan tetap sama meskipun peserta menjadi lebih ketat dalam menjalankan diet dan makan lebih sehat," jelas Dr Sanchez-Villegas.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement