REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Pertarungan dua raksasa Inggris, Chelsea melawan Manchester United, bakal diwarnai aroma balas dendam. Di final Liga Champions 2008, di Moskow, Rusia, Chelsea takluk lewat adu penalti, 5-6.
Baik pelatih Chelsea, Carlo Ancelotti dan pelatih Manchester United, Alex Ferguson, mulai mengingat kembali peristiwa di Moskow itu, saat pertemuan kedua klub kembali terjadi di perempat final Liga Champions 2010/2011.
"Final 2008 adalah masa lalu. Saya memiliki rekor bagus menghadapi Manchester United. Kami ingin fokus pada pertandingan kali ini, ceritanya pasti beda," ungkap Ancelotti.
Ancelotti juga menegaskan, skuadnya saat ini dalam kondisi bagus. Penuh keyakinan dan konsentasi penuh. "Kami ingin ke semi final," tegasnya.
Ancelotti boleh optimistis, tapi Frank Lampard, salah satu pemain kunci Chelsea, justru masih dibayangi kekalahan di Moskow. Menurut Lampard, bayangan 'bad luck' lebih mempengaruhi dirinya ketimbang motivasi membalas kekalahan. Lampard mencetak gol dalam pertandingan Moskow 2008, tapi Chelsea kalah adu penalti. "Satu-satunya cara menghilang bayangan kekalahan itu adalah dengan menjuarai Liga Champions," ujarnya.
Sedangkan Ferguson mengaku senang lantaran pertandingan kedua adalah pertandingan kandang di Old Trafford. "Setelah kekalahan di Moskow, keinginan Chelsea untuk menjuarai Liga Champions pasti menjadi motivasi utama Chelsea. Jadi, saya kira pertandingan kali cukup sulit bagi kedua klub. Kami berharap bisa mendapat satu atau dua gol," ujar Ferguson.