REPUBLIKA.CO.ID, PEKALONGAN -- Manajemen Persip Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menganggarkan sekitar Rp 3,5 miliar untuk mengikuti kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2012/2013.
"Anggaran sebesar Rp 3,5 miliar ini akan digunakan untuk membiayai laga kandang dan tandang hingga penyelengaraan kompetisi Divisi Utama 2012/2013 selesai," kata Manajer Persip, A'am Ichwan, seperti dikutip Antara.
Untuk memperoleh dana sebesar Rp3,5 miliar itu, saat ini menajemen hanya mengandalkan dukungan para suporter untuk membeli tiket. Karena, pemerintah melarang adanya dana APBD digunakan untuk biaya operasional sepak bola profesional.
"Hampir 90 persen biaya operasional Persip akan mengandalkan pemasukan tiket dari penonton,'' katanya. ''Karena, sekarang sudah tidak diperbolehkan menggunakan dana APBD.''
A'am mengatakan tim "Laskar Kalong" menargetkan mampu menempati urutan tiga besar pada grup dua dan mampu melaju ke ISL pada musim kompetisi mendatang.
"Untuk megamankan posisi tiga besar itu, maka kami berharap para pemainnya harus mampu memenangi enam kali pertadingan dan dua kali seri. Oleh karena, setiap melakoni pertandingan di kandang sendiri, para pemain harus menang," katanya.