Ahad 09 Feb 2014 02:11 WIB

Pesantren Tingkatkan Kemampuan Sebagai Basis Ekonomi

Sejumlah santri di sebuah pondok pesantren (ilustrasi)
Foto: Antara/Arief Priyono
Sejumlah santri di sebuah pondok pesantren (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Rosita Budi Suryaningsih

Perekonomian Indonesia semakin kuat. Diramalkan, pada 2025 kelak, Indonesia akan berada dalam tujuh besar negara yang ekonominya paling kuat di dunia. Hal ini perlu direspons lebih mendalam lagi.

''Ini tentunya akan membuat Indonesia menjadi pasar yang sangat strategis,'' ujar Ketua Umum Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI), Mochammad Ghozali.

Masyarakat Indonesia yang sebagian besar merupakan Muslim, tentunya akan lebih nyaman jika melakukan kegiatan ekonomi sesuai dengan syariah Islam. ''Di sinilah pesantren bisa melebarkan sayapnya untuk menjadi basis ekonomi masyarakat,'' katanya.

Santri dan lingkungan pesantren sebagai generasi Islam tugas utamanya berdakwah. Namun, jika tidak dibarengi dengan ekonomi yang kuat, usaha dakwah tersebut tidak akan mampu ditegakkan karena akan kalah dengan kapitalisme. ''Pesantren harus bersiap untuk menjadi pelaku penting dalam bidang ekonomi,'' ujarnya.

Menurut dia, pesantren nantinya harus bisa menguasai sektor ekonomi dalam berbagai bidang, dari produksi, distribusi, hingga sektor lembaga keuangannya.

Kegiatan ekonomi yang dijalankan pesantren kemungkinan bisa menarik minat yang lebih tinggi dari masyarakat karena tidak riba, dilakukan dengan jujur, dan sesuai syariah. Namun, semuanya harus dijalankan secara profesional dan tidak boleh kalah saing.

Untuk mengawali usaha ekonomi bagi pesantren, kata dia, harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh persiapan yang matang.

Lihat peluangnya dengan memperhatikan kondisi pasar dan kemampuan SDM para santri sendiri. Salah satu bentuk bisnis yang bisa diaplikasikan oleh pesantren, salah satunya adalah dengan mendirikan BMT.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apa yang paling menarik bagi Anda tentang Singapura?

1 of 7
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement