Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Mulai Senin, Denmark Larang Praktik Sembelih Hewan Secara Islami

Jumat 14 Feb 2014 15:27 WIB

Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Mansyur Faqih

Penyembelihan hewan kurban (ilustrasi).

Penyembelihan hewan kurban (ilustrasi).

Foto: Republika/Maspril Aries

REPUBLIKA.CO.ID, KOPENHAGEN -- Kementerian Pertanian dan Pangan Denmark akan melarang tata cara penyembelihan hewan menurut ajaran Islam dan Yahudi mulai Senin (17/2). Sebelumnya, kebijakan pelarangan serupa juga sudah diberlakukan di Polandia, Islandia, Norwegia, Swedia, dan Swiss.

 

Dilansir World Bulletin, Jumat (14/2), sebuah undang-undang baru di Denmark mengatur, semua hewan yang akan disembelih harus dibuat pingsan terlebih dahulu. Aturan semacam ini bertentangan dengan ajaran Islam dan Yahudi. 

"Ini berarti umat Islam yang tinggal di Denmark tidak akan dapat lagi memperoleh daging halal dari tukang daging lokal, kecuali mereka mengimpornya dari luar," tulis media Turki tersebut.

Pemerintah Denmark berpendapat, tata cara penyembelihan hewan secara halal dan kosher (menurut Yahudi) tidak etis. Alasannya, hak binatang sudah ada jauh sebelum hak beragama.

Komisioner Eropa untuk Kesehatan, Tonio Borg mengecam larangan baru yang diterbitkan pemerintah Denmark tersebut. "Aturan ini jelas bertentangan dengan hukum Eropa," ujarnya.

Menteri Pertanian dan Pangan Denmark, Karen Hækkerup mengaku memahami kekecewaan umat Muslim dan Yahudi atas pemberlakuan aturan baru itu. Namun, ia menegaskan tidak akan mengubah aturan tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile