Senin 31 Mar 2014 20:37 WIB

Muslimah Inggris Marak Diskusikan Gender (1)

Muslimah Inggris kerap dikaitkan dengan radikalisme dan terorisme.
Foto: AP
Muslimah Inggris kerap dikaitkan dengan radikalisme dan terorisme.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosita Budi Suryaningsih

Di Inggris, kini sedang gencar-gencarnya diadakan kampanye agar para Muslimah bisa terlibat lebih jauh dalam isu kesetaraan gender. Gerakan para perempuan ini dipelopori badan amal bernama Maslaha.

Awalnya, konsep feminisme untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dinilai akan menjauhkan para perempuan dari nilai Islami.

Islam dinilai menjadi agama yang paling tidak punya hati dan sangat mengekang hak-hak perempuan. Padahal, ternyata Islam justru mengajarkan sebaliknya. Islam justru melindungi para perempuan ini.

Untuk itu, gerakan agar bisa meningkatkan pemahaman pada feminisme di kalangan perempuan Muslim di Inggris kini sedang gencar-gencarnya digalakkan.

Maslaha sendiri merupakan sebuah badan amal yang didirikan oleh orang-orang muda untuk bekerja dan bergerak dalam hal meningkatkan kehidupan sosial, khususnya bagi kaum minoritas seperti Muslim.

Berbagai program yang dilakukan badan ini juga telah mendapatkan respons positif yang sangat besar akhir-akhir ini. Selama ini, para Muslimah Inggris sering dikucilkan dalam perdebatan seputar isu kesetaraan gender ini.

“Banyak sekali perempuan Muslim di sini merasa tersingkir karena tak bisa menyuarakan pendapatnya tentang hak-hak perempuan,” ujar salah seorang pentolan Maslaha, Latifa Akay, dilansir dari The Guardian.

Menurut dia, kini banyak informasi yang bisa memudahkan para Muslimah Inggris agar bisa bersuara. Misalnya, melalui laman islamandfeminism.org yang bisa menampung perasaan mereka yang sebelumnya terkungkung. Kini, pendapat, saran, atau kritik para Muslimah Inggris bisa didengarkan oleh dunia.

Dengan cara ini, semua perempuan Muslim dari berbagai latar belakang profesi, usia, budaya, dan negara bisa menyatukan suara mereka dan menemukan saudara yang mengalami nasib yang sama. Ini baru langkah awal. Nantinya akan banyak lagi program lain dengan tujuan yang serupa.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement