Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

BMKG: Potensi Karhutla Tahun Ini Lebih Besar

Jumat 18 Mar 2022 13:05 WIB

Red: Nora Azizah

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang akan semakin besar di tahun 2022.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang akan semakin besar di tahun 2022.

Foto: ANTARA/Jessica Helena Wuysang
Musim kemarau tahun ini diperkirakan bisa capai di bawah normal sebabkan karhutla.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang akan semakin besar di tahun 2022. Pelaksana tugas Deputi Klimatologi BMKG, Urip Haryoko dalam konferensi pers diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (18/3/2022), mengatakan, tahun ini musim kemarau diperkirakan dominan bersifat normal, bahkan sebagian kecil berada di bawah normal.

 

"Kita tahu bahwa tahun lalu kemarau bersifat di atas normal atau cenderung basah. Jadi, jika dibandingkan dengan tahun 2021, potensi karhutla di tahun 2022 akan lebih besar," ujar Urip.

Baca Juga

Urip mengatakan, saat ini juga terpantau beberapa hotspot (titik panas), seperti di Aceh, Riau, Sumsel Sumut, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, dan sebagainya. "Di Kalbar cukup banyak, yakni sekitar 18. Sehingga, jika melihat kecenderungan musim kemarau, tahun ini kita perlu waspada akan potensi kebakaran hutan dan lahan," ujar dia.

Urip mengingatkan perlunya memanfaatkan kondisi awal musim kemarau yang diprakirakan waktunya mundur untuk 47,7 persen zona musim (ZOM). "Hal ini mungkin bisa memberikan keuntungan terkait ketersediaan air yang cukup untuk kebutuhan tanaman padi pada musim tanam kedua," kata dia.

Kondisi tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menampung air atau memanen air hujan dalam rangka menghadapi musim kemarau. Dia mengatakan selama bulan Maret 2022, terdapat beberapa daerah yang masih memungkinkan terjadi hujan. Selain itu, sebagian kecil wilayah Indonesia lainnya saat ini justru memasuki musim hujan dan akan mencapai puncaknya pada pertengahan tahun 2022, seperti pada sebagian wilayah Sulawesi dan Ambon.

"Sehingga, perhatian kita tidak boleh hanya fokus pada potensi karhutla. Pada tahun 2020 misalnya, terjadi banjir besar di Luwu pada bulan Juli. Dimana sebagian besar wilayah Indonesia sudah musim kemarau, namun ada beberapa daerah yang khusus justru terjadi banjir," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile