Rabu 08 Oct 2014 09:42 WIB

Perda Parkir Perlu Direvisi

Parkir motor liar
Foto: Tahta/Republika
Parkir motor liar

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai Peraturan Daerah tentang pajak parkir di wilayah setempat perlu segera direvisi karena dianggap belum menguntungkan pemerintah.

"Perda pajak yang kini berlaku memberikan keleluasaan kepada pihak ketiga untuk menentukan sendiri besaran tarif parkir yang mereka bebankan ke pengendara. Harusnya yang menentukan itu pemerintah," katanya di Bekasi, Selasa (7/10).

Menurut dia, pengelola parkir saat ini telah menentukan besaran tarif parkir secara sepihak di luar ketentuan.

Idealnya besaran tarif parkir disesuaikan dengan ketentuan yang digariskan pemerintah sesuai dengan aturan retribusi parkir.

"Jadi tidak boleh keluar dari situ. Tidak boleh pihak ketiga menentukan besaran perhitungannya sendiri. Misalnya 2 jam tarifnya sekian, jam selanjutnya sekian, itu tidak boleh. Termasuk seperti fasilitas valet, itu juga harus diatur," katanya.

Menurutnya, eksekutif dan legislatif perlu duduk bersama membahas revisi atas Perda tersebut agar ke depan, retribusi parkir yang dikelola Dinas Perhubungan setempat bisa lebih baik.

"Kita harus merubah Perda pajak parkir karena merugikan retribusi parkir pada Dinas Perhubungan," katanya.

Dikatakan Rahmat, pihaknya saat ini hanya dapat mengeluarkan larangan agar pengelola parkir tidak menentukan besaran tarif secara sepihak yang merugikan masyarakat.

"Pihak ketiga tidak boleh lagi menentukan besaran biaya parkir tanpa ada dasar hukumnya," katanya.

"Segera kami bahas tentang ini dengan legislatif," katanya.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement