Seorang anak memegang poster bertuliskan Saya Muslim dan Saya Cinta Nabi, ketika berunjuk rasa mengecam majalah satir Perancis Charlie Hebdo di Mogadishu, Sabtu (17/1). (REUTERS/Feisal Omar)
Seorang pria memegang poster bertuliskan Saya Bukan Charlie, ketika berunjuk rasa mengecam majalah satir Perancis Charlie Hebdo di Niamey, Sabtu (17/1). (REUTERS/Tagaza Djibo)
Seorang pria memegang poster saat berunjuk rasa mengecam majalah satir Perancis Charlie Hebdo di Sanaa, Sabtu (17/1). (REUTERS/Mohamed al-Sayaghi)
Massa membakar bendera Perancis saat berunjuk rasa mengecam majalah satir Perancis Charlie Hebdo di Algiers, Jumat (16/1). (REUTERS/Ramzi Boudina)
Warga berdoa saat berunjuk rasa mengecam majalah satir Perancis Charlie Hebdo di Bamako, Jumat (16/1). (REUTERS/Joe Penney)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, Setelah insiden penyerangan majalah Charlie Hebdo yang menewaskan 12 orang, majalah satir Perancis tersebut kembali menerbitkan kartun yang menampilkan sosok Nabi Muhammad SAW. Edisi terbaru majalah tersebut kembali menuai kecaman dari umat Islam di berbagai belahan dunia, karena melecehkan ajaran Islam yang melarang menggambarkan tokoh Nabi Muhammad SAW.
Advertisement