REPUBLIKA.CO.ID, BURNLEY -- Misi Manchester City untuk terus menempel Chelsea di puncak klasemen mengalami hambatan kala bertandang ke Stadion Turf Moor, kandang Burnley, Ahad (15/3) dini hari WIB.
Kemenangan tentunya menjadi harga mati bagi Citizen, terutama untuk Pellegrini yang dikabarkan sedang berada di bawah tekanan menyusul memburuknya performa rival Manchester United tersebut akhir-akhir ini.
Mengerahkan amunisi terbaiknya dengan duet Aguero dan Dzeko di lini depan tidak membuat City mampu membongkar rapatnya pertahanan Burnley, setidaknya di babak pertama.
Keunggulan penguasaan bola yang mencapai angka 63 persen, tak berarti apa-apa bagi skuat asuhan Manuel Pellegrini dimana tidak ada satu pun gol tercipta.
Rapatnya lini belakang tuan rumah membuat serangan yang dibangun Yaya Toure dan kawan-kawan kerap gagal menemui sasaran, terlebih dengan ciamiknya penampilan kiper Burnley, Heaton.
Sementara, tuan rumah memilih menunggu dengan melancarkan serangan balik dan umpan-umpan silang melalui Trippiers di sisi kanan, namun sayang minimnya dukungan pemain lain membuat sejumlah peluang yang dimiliki Burnley pun tidak berhasil membuat publik tuan rumah bersorak.
Alih-alih mencetak gol, City justru kebobolan tatkala sepakan keras Boyd tak mampu dihalau Joe Hart di menit ke-61. Gol ini bermula saat Demichelis melakukan pelanggaran di luar kotak penalti the Citizen yang berujung kartu kuning untuknya.
Set piece Burnley berbuah kemelut di depan gawang dan tidak disia-siakan Boyd yang langsung menyambarnya. Pergerakan Boyd sendiri terlambat ditutup oleh Kompany yang sejatinya berada tak jauh dari pemain berambut panjang tersebut.
Padahal, sejak babak pertama, Aguero dan kawan-kawan lah yang terus mendominasi permainan, sedangkan tuan rumah memilih bermain lebih menunggu dengan sesekali memanfaatkan serangan balik yang berbuah manis dengan gol Boyd.
Ketinggalan satu gol membuat Pellegrini mengambil tindakan cepat dengan melakukan pergantian dua menit selang terjadinya gol tersebut. Wilfried Bony mengemban tugas mendampingi Aguero menggantikan Dzeko yang terlihat frustasi di depan gawang.
Masuknya Bony memberikan nafas segar bagi the Citizen dan langsung memberikan sejumlah ancaman.
Meski sudah unggul, intruksi Sean Dyche yang menginginkan anak asuhnya bermain agresif tidak mengendur sama sekali. Belum puas dengan keberadaan Bony, Pellegrini memutuskan untuk menurunkan Jovetic dan Lampard dengan menarik dua kunci lini tengahnya, David Silva dan Yaya Toure.
Menjelang akhir laga, situasi sempat memanas ketika akselerasi Zabaleta yang dijatuhkan Shackell di kotak terlarang tak mendapat hadiah penalti. Sampai peluit terakhir dibunyikan tidak ada tambahan gol tercipta, dan City harus puas mengakui keunggulan Burnley. Hasil ini menjadi modal negatif bagi City yang akan bertandang ke kandang Barcelona di leg kedua Liga Champions. Sedangkan bagi Burnley, kemenangan ini menjadi harapan baru untuk tetap bertahan di liga Inggris dimana Burnley masih terjerembab tiga peringkat dari bawah.
Manchester City:
Hart; Clichy, Demichelis, Kompany, Zabaleta, Silva (Jovetic 74'), Yaya Toure, Fernandinho, Navas, Aguero, Dzeko (Bony '63)
Pelatih : Manuel Pellegrini
Burnley:
Heaton; Mee, Duff, Shackell, Trippier, Boyd, Jones, Arfield, Barnes, Yokes, Ings
Pelatih : Sean Dyche