Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

4 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Banjir di Madiun, BPBD: 6.000 Rumah Terendam

Rabu 25 Mar 2015 04:27 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Banjir. Ilustrasi

Banjir. Ilustrasi

Foto: antara

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun, Jawa Timur, mencatat ada sekitar 6.000 rumah warga di wilayahnya terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur lebih dari empat jam di wilayah setempat pada Selasa (24/3) malam hingga Rabu dini hari.

"Ada sekitar 6.000 rumah yang terkena banjir. Hingga sekarang kami masih melakukan pendataan. Ada juga sejumlah sekolah yang terdampak dan hari ini kami liburkan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Agus Subiyanto, kepada wartawan di Madiun, Rabu.

Menurut dia, ribuan rumah warga yang terkena banjir tersebut terdapat di empat kelurahan di Kecamatan Kartoharjo. Yakni, Kelurahan Rejomulyo, Pilangbango, Kelun, dan Tawangrejo. "Ketinggian airnya bervariasi, mulai dari setengah meter hingga satu meter yang terdapat di beberapa titik," ungkap dia.

Ia menjelaskan, untuk bantuan, sejauh ini pihaknya baru memberikan makanan nasi bungkus kepada para korban banjir. Jika ketinggian air terus bertambah, pihaknya sudah siaga dengan perahu karet dan bantuan lainnya.

"Kita bagikan nasi bungkus agar warga bisa langsung makan. Karena kalau bantuan bahan makan justru lamban karena belum tentu korban banjir punya waktu untuk memasak saat kondisi seperti ini," ucapnya.

Sementara, warga di empat kelurahan tersebut masih bertahan di rumah mereka masing-masing. Warga berdalih, banjir sudah langganan terjadi setiap hujan deras melanda semalaman.

Warga memilih menjaga peralatan rumah tangganya dengan menaikkan di tempat yang lebih tinggi. Warga juga memilih membersihkan rumahnya dari sampah yang terbawa arus banjir.

"Air mulai meluap sekitar subuh tadi dan terus bertambah hingga siang ini. Biasanya jam 10 pagi sudah surut, tapi ini malah terus bertambah," ungkap seorang warga Kelurahan Kelun, Kustina Dewi.

Data BPBD Kota Madiun mencatat, terdapat empat kelurahan di wilayah setempat yang rawan banjir saat musim hujan. Yakni, Kelurahan Rejomulyo, Pilangbango, Kelun, dan Tawangrejo. Keempat wilayah tersebut terdapat di aliran anak sungai Bengawan Madiun yang kerap meluap saat hujan deras melanda.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile