Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

13 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

OJK Nilai Forum G-20 Hanya Debat Kusir Semata

Rabu 13 May 2015 08:06 WIB

Rep: c84/ Red: Satya Festiani

KTT G20 di Brisbane, Australia.

KTT G20 di Brisbane, Australia.

Foto: EPA/Lukas Coch

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Otorias Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad kecewa dengan pertemuan-pertemuan negara G-20 yang membahas sistem keuangan global beberapa waktu lalu. Menurut Muliaman, pertemuan tersebut tidak memberikan banyak manfaat bagi industri keuangan di Indonesia. Saking kesalnya, Muliaman menyebut forum tersebut tak lebih dari debat kusir semata.

"Saya menilai tidak banyak kemajuan yang diperoleh disitu. Pertemuan itu hanya debat kusir, cuma (membuat) pegal, hanya debat kusir antara negara maju saja misalnya AS dan Eropa," ujarnya dalam sebuah seminar ekonomi di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (13/5).

Muliaman menambahkan, krisis ekonomi sejak 2008 lalu sendiri telah membuat sejumlah perubahan dalam industri keuangan global yang datang dari inisiatif negara-negara G-20. Inisiatif itu, lanjutnya, terkait soal pengaturan perbankan untuk membuat inisiatif regulasi global.

Meski demikian, ia menyayangkan, adanya inisatif itu tak jua menghasilkan keputusan apapun dimana kata dia negara-negara dalam G-20 belum mencapai kata sepakat tentang industri keuangan global. Negara-negara maju, Muliaman katakan, masih mementingkan kepentingan pribadinya sehingga menurutnya Indonesia tidak perlu menunggu lebih lama dalam melakukan perbaikan keuangan dalam negeri.

"Inisiatif pasca krisis keuangan global, peraturan yang semakin ketat kepada perbankan itu pasti. Sekarang menjadi besar itu mahal. Jadi ada kejadian lucu dimana banyak perusahaan perbankan tidak mau menjadi lebih besar," lanjut Muliaman.

Ia menambahkan, kalau Indonesia ingin bangun sistem keuangan yang sehat dimana di dalamnya terkandung aspek kompetitif serta tidak ribet, ia mengutarakan dengan memanfaatkan kinerja anak perusahaan menjadi lebih signifikan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile