Selasa 19 Dec 2017 18:20 WIB

Ini Penyebab Tergelincirnya Kereta di Washington

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Teguh Firmansyah
Kereta api Amtrak tergelincir di Tacoma, Washington.
Foto: AP
Kereta api Amtrak tergelincir di Tacoma, Washington.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- US National Transportation Safety Board mengungkapkan, penyebab tergelincirnya kereta Amtrak di dekat Tacoma, Negara Bagian Washington. Kecepatan kereta yang melaju di atas batas kecepatan menjadi penyebab tergulingnya kereta penumpang tersebut.

"Kereta Amtrak melaju dalam kecepatan 80 mil per jam di lintasan dengan batas maksial 30 mil perjam," kata Juru Bicara National Transportation Safety Bella Dinh-Zarr seperti diwartakan Reuters, Selasa (19/12).

Bella Dinh-Zarr mengatakan, catatan kecepatan kereta itu didapat setelah tim evakuasi mengambil perekam data yang terletak di lokomotif belakang kereta api. Dia mengatakan, laju kecepatan kereta yang melebihi batas maksimal inilah yang menyebabkan kereta keluar lintasan.

Seperti diketahui, kecelakaan kereta itu menyebakan tewasnya enam orang penumpang. Insiden itu juga melukai 22 korban lain yang dibawa ke tiga rumah sakit berbeda.

Patroli Negara Bagian Washington mengatakan secara keseluruhan 13 dari 14 gerbong Kereta Amtrak 501 tergelincir di sebelah selatan Seattle di Negara Bagian Washington di West Coast AS.

Satu gerbong kereta tersebut jatuh dari jembatan di jalan raya yang padat kendaraan, sedangkan lima kenderaan bermotor dua truk dihantam gerbong di jalan raya di bawah jembatan.

National Railroad Passenger Corporation, atau Amtrak, mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa 78 penumpang dan lima anggota awak berada di kereta tersebut saat terjadi kecelakaan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement