REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC -- Pejabat AS mengatakan, pemerintahan Donald Trump sedang mempersiapkan langkah untuk mengurangi dana bantuan yang dikelola PBB buat pengungsi Palestina (UNRWA) hingga puluhan juta dolar AS.
Seperti dilansir the Guardian, Senin (15/1), menurut pejabat AS tersebut Trump kemungkinan akan memotong setengah dana bantuan untuk UNRWA atau justru menghentikan dana bantuan secara keseluruhan.
Penambahan dana sumbangan akan sangat bergantung pada perubahan besar yang dilakukan organisasi tersebut dan persetujuan Palestina untuk melanjutkan kembali perundingan perdamaian dengan Israel.
Ia mengatakan, Donald Trump belum membuat keputusan akhir terkait rencana ini namun diperkirakan AS hanya akan mengirim bantuan sebanyak 60 juta dolar AS dari angsuran pertama yang direncanakan 125 juta dolar AS ke UNRWA.
Baca juga, Setelah Yerusalem, Trump Ancam Bantuan Palestina.
Menurut pejabat tersebut, pemerintah kemungkinan akan mengumumkan keputusan akhirnya pada Selasa. Rencana untuk memotong sejumlah dana bantuan ini didukung oleh Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dan Menteri Pertahanan James Mattis. Mereka menawarkan pemotongan dana ini sebagai bahan kompromi untuk menuntut tindakan yang lebih keras dari Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley.
Haley menginginkan AS menghentikan seluruh dana bantuannya ke UNRWA sampai Palestina bersedia melanjutkan perundingan damai yang telah terhenti selama bertahun-tahun. Tapi Tillerson, Mattis dan yang lainnya mengatakan mengakhiri semua bantuan AS untuk pengungsi Palestina hanya akan memperburuk ketidakstabilan di Timur Tengah, terutama di Yordania, yang merupakan tuan rumah bagi ratusan ribu pengungsi Palestina dan mitra strategis AS.