Sabtu 02 May 2015 14:00 WIB

Antisipasi Kecelakaan Kerja, UI Buka Prodi S1 K3

Kampus Universitas Indonesia (UI)
Foto: id.wikipedia.org
Kampus Universitas Indonesia (UI)

REPUBLIKA.CO.ID,DEPOK -- Universitas Indonesia (UI) menambah satu program studi S1 baru, yaitu

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berada di bawah naungan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI (FKM UI).

Program studi S1 K3 tersebut telah disahkan oleh Rektor UI melalui SK Rektor UI No 0380/SK/R/UI/2015,

dan telah dapat menerima calon mahasiswa angkatan pertama dari lulusan SMA/sederajat jurusan IPA melalui ujian SIMAK UI 2015 atau ujian tulis SBMPTN 2015 dengan daya tampung sebanyak 50 mahasiswa.

“UI melihat ilmu K3 tengah berkembang pesat baik di Indonesia maupun dunia internasional. Selain itu beragam sektor industri saat ini membutuhkan para ahli K3 karena perusahaan rentan akan permasalahan

kecelakaan kerja,” ungkap Kepala Humas UI Rifelly Dewi Astuti, dalam rilisnya, Sabtu (2/5).

ILO (International Labor Organization) melaporkan bahwa satu pekerja meninggal setiap 15 detik akibat kecelakaan di tempat kerja atau sakit akibat kerja. Serta setiap 15 detik terdapat sekitar 160

kecelakaan kerja di dunia.

Demikian pula di Indonesia, dilaporkan bahwa selama kurun waktu lima tahun terakhir kasus kecelakaan kerja meningkat.

Berdasarkan laporan dari BPJS Ketenagakerjaan, dari 96.314 kasus kecelakaan kerja di tahun 2009, meningkat mencapai 103.285 kasus kecelakaan kerja di tahun 2013.

Melihat permasalahan dan tantangan tersebut, lanjut RIfelly, diharapkan program studi S1 K3 FKM UI dapat mengisi kebutuhan Indonesia akan ahli K3 yang memiliki kompetensi yang mumpuni.

Saat ini, Departemen  K3  FKM UI mengembangkan keilmuan K3 yaitu Kesehatan Kerja (Occupational health) ; Keselamatan Kerja (Occupational safety) ; Ergonomi (Ergonomic) ; Higiene Industri (Industrial Hygiene) dan Faktor manusia dan perilaku dalam K3 (Human Factor and behavior in OHS).

Ilmu K3 adalah ilmu dan seni dalam pengelolaan bahaya (antisipasi, rekognisi, evaluasi dan pengendalian) di tempat kerja yang berpotensi menurunkan derajat kesehatan dan kesejahteraan pekerja.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apa yang paling menarik bagi Anda tentang Singapura?

1 of 7
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement