Rabu 17 Jul 2019 15:59 WIB

Gerindra: Pertemuan Dewan Pembina tak Bicarakan Arah Koalisi

Pertemuan hanya mendengarkan penjelasan Prabowo setelah bertemu Jokowi.

uru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.
Foto: Republika/Putra M Akbar
uru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan pertemuan Dewan Pembina Partai Gerindra pada Jumat (19/7) malam tidak membicarakan terkait arah koalisi partai tersebut. Pertemuan Dewan Pembina Partai Gerindra itu akan mendengarkan penjelasan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto setelah bertemu Presiden terpilih Joko Widodo.

"Dalam pertemuan Dewan Pembina Gerindra tersebut Prabowo akan menyampaikan hasil pembicaraan dengan Jokowi. Dan sudah disampaikan Amien Rais bahwa tidak benar pertemuan tersebut ada iming-iming tertentu," kata Andre di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (17/7).

Baca Juga

Dia mengatakan, Prabowo bertemu Jokowi agar Indonesia guyub dan bisa bersatu kembali untuk membangun bangsa, serta akan disampaikan dalam rapat Dewan Pembina Partai Gerindra. Menurut dia, arah koalisi Partai Gerindra akan diputuskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada September 2019.

"Sekarang yang akan dilakukan Prabowo adalah mengkonsultasikan hasil pertemuan dengan Dewan Pembina, rencananya Jumat malam," ujarnya.

Selain itu menurut dia, Prabowo akan bertemu secara bertahap dengan para pendukungnya, ulama, pimpinan partai yang pernah bergabung dalam koalisi.

Andre mengatakan, Prabowo akan meminta masukan kepada para pendukungnya, relawan, ulama dan tokoh politik koalisi sebelum menentukan sikap politik.

"Dalam dua pekan ke depan, akan ada pertemuan antara Prabowo dengan mitra koalisi, relawan, ulama untuk menjelaskan hasil pertemuan dengan Jokowi. Prabowo akan sampaikan secara transparan, tidak ada depan ataupun belakang panggung, semua itu akan dibuka," katanya.

Menurut dia, Prabowo akan mendengarkan aspirasi lalu mengkaji dan mendiskusikan secara bersama.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
وَمَا تَفَرَّقُوْٓا اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْۗ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَّبِّكَ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى لَّقُضِيَ بَيْنَهُمْۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْرِثُوا الْكِتٰبَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ لَفِيْ شَكٍّ مِّنْهُ مُرِيْبٍ
Dan mereka (Ahli Kitab) tidak berpecah belah kecuali setelah datang kepada mereka ilmu (kebenaran yang disampaikan oleh para nabi) karena kedengkian antara sesama mereka. Jika tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dahulunya dari Tuhanmu (untuk menangguhkan azab) sampai batas waktu yang ditentukan, pastilah hukuman bagi mereka telah dilaksanakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang mewarisi Kitab (Taurat dan Injil) setelah mereka (pada zaman Muhammad), benar-benar berada dalam keraguan yang mendalam tentang Kitab (Al-Qur'an) itu.

(QS. Asy-Syura ayat 14)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement