Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Makna Khusus Bahasa Indonesia Bagi PM Belanda

Selasa 08 Oct 2019 05:47 WIB

Red: Ani Nursalikah

Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan PM Belanda Mark Rutte, sebelum pertemuan di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (7/10/19).

Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan PM Belanda Mark Rutte, sebelum pertemuan di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (7/10/19).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Orang tua PM Rutte pernah menetap di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte mengatakan bahasa Indonesia memiliki makna khusus baginya karena kedua orang tuanya pernah menetap di Indonesia selama beberapa tahun sebelum dia lahir.

 

"Bahasa Indonesia memiliki makna khusus bagi saya. Masa kecil saya dipenuhi dengan ekspresi-ekspresi dalam bahasa yang indah ini," kata Rutte, saat menyampaikan pidato di hadapan alumni universitas Belanda di Indonesia dan sejumlah pelaku bisnis dagang di Erasmus Huis Jakarta, Senin malam (7/10).

Baca Juga

Usai menyapa para tamu undangan dengan bahasa Indonesia, PM Rutte menjelaskan sengaja menggunakan bahasa Indonesia untuk menyapa para tamu karena merupakan bagian dari masa kecilnya bersama keluarga. "Sebelum saya lahir, ibu dan ayah saya berada di Indonesia untuk waktu yang cukup lama hingga akhir 1950-an. Saya selalu tertarik dengan kisah-kisah tentang negara Anda," katanya.

Tak hanya itu, dia menyebut nasi goreng sebagai salah satu makanan yang paling dia gemari dan kerap disajikan oleh ibunya. Rutte mengatakan dia lahir dan tumbuh di Kota Den Haag yang dia anggap sebagai kota ‘paling Indonesia’ di Belanda.

"Saya memiliki koneksi dengan Indonesia, negara Anda. Begitu pula ratusan dan ribuan orang di Belanda yang memiliki akar Indonesia," ujarnya.

Acara networking night dengan tema ‘Connectivity’ itu merupakan rangkaian terakhir dari sejumlah kegiatan yang dilakukan PM Rutte dalam kunjungan satu hari, sebelum bertolak ke Australia dan Selandia Baru. Sebelumnya, PM Rutte telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Bogor, berbicara dalam acara diskusi publik, dan meresmikan Kedubes Belanda di Jakarta yang telah rampung direnovasi. Rutte telah mengunjungi Indonesia tiga kali sebagai Perdana Menteri Belanda, yakni pada 2013, 2016, dan 2019.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile