Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

 

17 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

'Penerapan Jam Malam di Kota Surabaya Langkah Frustrasi'

Kamis 09 Jul 2020 00:15 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Petugas Satpol PP menghukum warga yang tidak mengenakan masker untuk

Petugas Satpol PP menghukum warga yang tidak mengenakan masker untuk

Foto: Didik Suhartono/ANTARA FOTO
Pemberlakuan jam malam dinilai akan berdampak terhadap pemilik usaha di malam hari.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kalangan anggota DPRD Kota Surabaya menilai penerapan kembali jam malam sebagai upaya mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di Ibu kota Provinsi Jawa Timur dinilai tidak efektif.

 

"Jam malam itu langkah frustrasi. Jadi, tidak ada fungsinya jam malam itu," kata Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya Mahfudz di Surabaya, Rabu (8/7).

Menurut dia, banyak warga Surabaya yang punya usaha di malam hari. Tentunya, lanjut dia, pemberlakuan jam malam akan berdampak terhadap usaha mereka. Untuk itu, Mahfudz meminta Pemkot Surabaya bijak dalam menyikapi hal ini.

Hal senada juga dikatakan anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni. Ia berharap kebijakan tersebut berpijak pada evaluasi penerapan normal baru. "Tetapi, kalau hanya berpijak pada kebijakan hanya untuk karena tekanan, saya pikir kembali lagi soal judul tanpa isi," ujarnya.

Menurut dia, paling penting adalah edukasi terhadap masyarakat dan juga dukungan anggaran dari Pemkot Surabaya terhadap Kampung Tangguh.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto sebelumnya mengatakan penerapan jam malam mengacu pada rekomendasi Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi).

Berdasarkan kajian Persakmi, tempat hiburan malam memiliki risiko tertinggi untuk penularan virus corona baru. Atas kajian itu, tempat rekreasi hiburan umum (RHU) atau hiburan malam, seperti karaoke, spa, bioskop, dan sebagainya, dilarang beroperasi untuk sementara.

Irvan menjelaskan, pembatasan aktivitas di malam hari ini akan diberlakukan mulai pukul 22.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB. "Untuk itu, aktivitas masyarakat diharapkan selesai pukul 22.00 WIB.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile