Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

 

9 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Teladan Nabi Muhammad Menahan Amarah

Ahad 23 Aug 2020 03:50 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

 Teladan Nabi Muhammad Menahan Amarah. Foto: Rasulullah SAW (ilustrasi)

Teladan Nabi Muhammad Menahan Amarah. Foto: Rasulullah SAW (ilustrasi)

Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Nabi Muhammad memberikan teladan dalam menahan amarah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pernah, suatu ketika pemberian Rasulullah SAW kepada orang badui disepelekan. Atas perbuatan itu, Rasulullah tidak marah, malah bersabar dan memperbaiki apa yang akan diberikannya dengan menambah jumlah. 

 

Apa yang dialami Rasulullah bisa menjadi teladan dalam meredam amarah ketika perbuatan baiknya disepelekan. Muhammad Suhadi Lc dalam bukunya "30 Nasihat Nabi Sehari-Hari Penting Diajarkan, Mudah Diamalkan" menceritakan.

Baca Juga

"Suatu ketika seorang badui datang menemui Rasulullah SAW ingin meminta sesuatu kepadanya. Dengan sikap yang lembut beliau lalu memberinya dan bersabda yang artinya."

"Aku berbuat baik kepadamu."

Namun orang badui itu menjawab dengan ketus karena ia kurang suka dengan pemberian Rasulullah. Ia berkata. "Pemberianmu tidak bagus."

Sontak, mendengar hal tersebut keluar dari mulutnya orang badui, para sahabat yang menyaksikan kejadian itu merasa tersinggung. Dengan penuh kemarahan mereka serentak mengerumuninya. Namun, rosulullah segera mencegahnya agar mereka

"Bersabarlah!" pinta Rasulullah.

Kemudian Rasulullah pulang ke rumah dan kembali dengan membawa barang tambahan untuk diberikan kepada badui itu. Nabi bersabda "Aku berbuat baik kepadamu?"

Setelah pembeliannya ditambah, orang baru itu pun senang, "Ya semoga Allah membalas kebaikan Tuan, keluarga dan kerabat." katanya.

Keesokan harinya, Rasulullah SAW bersabda kepada sahabat, yang artinya. "Jika pada waktu badui itu berkata yang semasar kalian dengar, kemudian kalian tidak bersabar lalu membunuhnya, maka pasti masuk neraka. Namun karena aku bimbing dengan baik maka ia selamat."

Benarkah apa yang disampaikan Rasulullah SAW, ketika beberapa waktu kemudian orang badui itu bersedia dan mampu untuk melaksanakan tugas pentingnya yang berat. Bahkan ia juga turut dalam medan jihad dan melaksanakan tugasnya dengan ikhlas dan taat.

Muhammad Suhadi Lc memberi lima tips agar kita dapat meredam amarah sesuai dengan tuntunan Rasulullah.

Pertama membaca ta'awudz yaitu. "audzu billahi minasy syaitanirrajim"

Kedua berwudhu. Nabi bersabda yang artinya "Kemarahan itu dari setan, sedangkan setan tercipta dari api, maka kalau kalian marah, berwudhulah (HR. Abu Daud)

Ketiga duduk. Nabi bersabda yang artinya. "Kalau kalian marah maka duduklah. Jika belum hilang amarahmu maka tidurlah."(HR Abu Daud).

Keempat diam. Nabi bersabda yang artinya "Ajarilah orang lain mudahkanlah, dan janganlah mempersulit jika kalian marah maka diamlah (HR. Ahmad).

Kelima, bersujud yaitu dengan melakukan salat sunnah minimal dua rakaat. Nabi bersabda yang artinya. "Ketahuilah sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tangannya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, hendaklah ia menempelkan pipinya di tanah (sujud) (HR. Tirmidzi).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile