REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI — Sebanyak 72,56 persen penduduk di Kota Bekasi berada di dalam usia produktif. Mereka berusia di rentang 15-64 tahun. Hal ini membuat kota patriot memiliki bonus demografi.
Kepala BPS Kota Bekasi, Ahmad Muhamad Saleh, menuturkan, meski mayoritas penduduk berada di rentang usia produktif. Namun, hal itu tak menandakan mereka semua masuk dalam angkatan kerja.“Bonus demografi itu adalah kondisi yang didominasi oleh usia produktif, yaitu mulai anak-anak muda itu 15 sampai usia 64 tahun,” kata Ahmad, kepada wartawan, Ahad (28/2).
Sejatinya, bonus demografi dapat dimanfaatkan sebagai keuntungan. Artinya, kalau dikaitkan dengan masalah pekerjaan harus disiapkan lapangan pekerjaan. Dia menyebut, dalam satu penelitian apabila bonus demografi dimanfaatkan maka bisa berkontribusi sebesar 30 persen perekonomian.“Kalau kita bisa memanfaatkan bonus demografi di suatu daerah itu bisa menaikkan 30 persen perekonomian,” kata dia.
Akan tetapi, kata Ahmad, untuk usia produktif yang disensus pada September 2020 tidak mendata angkatan kerjanya. Berikut adalah rincian jumlah penduduk usia produktif di Kota Bekasi berdasarkan kelompok umur:
- 15-19 tahun :
Laki-laki : 104.215
Perempuan : 97.869
- 20-24 tahun :
Laki-laki : 104.992
Perempuan : 103.247
- 25-29 tahun :
Laki-laki : 111.321
Perempuan : 112.198
- 30-34 tahun :
Laki-laki : 114.590
Perempuan : 114.591
- 35-39 tahun :
Laki-laki : 107.153
Perempuan : 106.190
- 40-44 tahun :
Laki-laki : 100.082
Perempuan : 100.631
- 45-49 tahun :
Laki-laki : 86.431
Perempuan : 87.361
- 50-54 tahun :
Laki-laki : 76.198
Perempuan : 78.257
- 55-59 tahun :
Laki-laki : 63.015
Perempuan : 66.563
- 60-64 tahun :
Laki-laki : 48.523
Perempuan : 47.671.