Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Desktop ekonomi detail topline

Edit
IDR 3.500.000
desktop_ekonomi_detail_topline

70 persen Konsumen Asia Pasifik Tertarik Pembayaran Digital

Kamis 13 May 2021 14:54 WIB

Rep: novita intan/ Red: Hiru Muhammad

Pegawai BNI Syariah menunjukan dammy kartu Hasanah Debit Prioritas usai peluncurannya secara virtual, di Jakarta, Rabu (2/12).Hasanah Debit Prioritas yang merupakan kartu ATM/Debit tipe World Debit Mastercard tersebut diberikan kepada nasabah Tabungan BNI Prima iB Hasanah dengan saldo minimum Rp2,5 miliar.Hasanah Debit Prioritas memiliki berbagai keunggulan dan benefit yang diperoleh bagi segenap nasabah prioritas.Prayogi/Repbulika.

Pegawai BNI Syariah menunjukan dammy kartu Hasanah Debit Prioritas usai peluncurannya secara virtual, di Jakarta, Rabu (2/12).Hasanah Debit Prioritas yang merupakan kartu ATM/Debit tipe World Debit Mastercard tersebut diberikan kepada nasabah Tabungan BNI Prima iB Hasanah dengan saldo minimum Rp2,5 miliar.Hasanah Debit Prioritas memiliki berbagai keunggulan dan benefit yang diperoleh bagi segenap nasabah prioritas.Prayogi/Repbulika.

Foto: Prayogi/Republika
Orang akan meninggalkan bisnis yang tidak mampu beradaptasi dengan pembayaran digital

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pandemi covid-19 telah memengaruhi perubahan pola konsumsi teknologi keuangan bagi masyarakat dunia. Riset terbaru menunjukkan krisis kesehatan telah memberi jalan meningkatnya adopsi fintech dalam berbagai bentuk.

Desktop ekonomi detail text

Edit
IDR 0
desktop_ekonomi_detail_text

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh MasterCard seperti dikutip Kamis (13/5), lembaga penyedia kartu kredit asal Amerika Serikat (AS), konsumen di Asia-Pasifik, termasuk di dalamnya Indonesia, menghadapi tren peningkatan sistem keuangan digital yang signifikan seperti penggunaan QR Code, mata uang kripto hingga yang berbasis biometrik.

Hasilnya, sekitar 6 dari 10 orang menyebut mereka akan mulai meninggalkan bisnis yang tidak mampu beradaptasi dengan sistem pembayaran digital, ketika pandemi masih terus memburuk, sehingga tidak mengejutkan kalau temuan MasterCard juga mengungkap, sekitar 70 persen dari konsumen di Asia-Pasifik juga lebih tertarik dengan toko yang menyediakan pembayaran digital.

Kemudian sebesar 84 persen konsumen di kawasan ini juga mengatakan mereka sudah mengakses layanan pembayaran digital yang lebih luas, ketimbang pengalamannya pada tahun lalu. Termasuk, lebih dari 90 persen konsumen di Asia-Pasifik, menyebut mereka sedang mempertimbangkan untuk menggunakan salah satu dari teknologi keuangan baru itu di tahun depan.

"Orang-orang di kawasan Asia-Pasifik tidak hanya mengadopsi teknologi pembayaran baru, mereka telah membuat perubahan yang disengaja yang sebagian berdasarkan kebutuhan, tetapi juga pada pertimbangan seputar keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pribadi," ujar Wakil Presiden Eksekutif Produk dan Inovasi Mastercard Asia-Pasifik Sandeep Malhotra.

Dengan resiko penyebaran Covid-19 yang membayangi setiap orang dengan transaksi uang konvensional, pembayaran dengan QR Code juga mendapatkan popularitasnya setahun terakhir. Adapun survei ini juga menemukan sistem pembayaran QR Code juga makin populer di Asia-Pasifik.

Survei ini dilakukan kepada 15 ribu responden yang merupakan konsumen di 18 negara berbeda secara global dan kuesioner disebar secara online pada rentan waktu Februari hingga Maret 2021.

Laporan serupa oleh Mastercard yang dirilis bulan lalu juga mengungkapkan pembelian yang dilakukan secara online telah melonjak dan menghasilkan tambahan pengeluaran digital sebesar 900 miliar dolar AS di seluruh dunia. Raksasa kartu pembayaran tersebut juga memperkirakan sekitar 20 hingga 30 persen dari peralihan ke digital yang disebabkan oleh Covid-19 sudah menjadi permanen. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

Desktop ekonomi detail berita terkait

Edit
IDR 0
desktop_ekonomi_detail_berita_terkait
 

BERITA LAINNYA

 

Desktop ekonomi detail right 1

Edit
IDR 4.500.000
desktop_ekonomi_detail_right_1
 
 

Desktop ekonomi detail right 2

Edit
IDR 4.000.000
desktop_ekonomi_detail_right_2
 

Desktop ekonomi detail right 3

Edit
IDR 3.500.000
desktop_ekonomi_detail_right_3
 

Desktop ekonomi detail right 3

Edit
IDR 3.500.000
desktop_ekonomi_detail_right_3

Desktop ekonomi detail right 4

Edit
IDR 3.000.000
desktop_ekonomi_detail_right_4

Desktop ekonomi detail bottom Frame

Edit
IDR 6.500.000
desktop_ekonomi_detail_bottom_Frame