Senin 05 Jul 2021 23:10 WIB

Makassar Tetap Gunakan GeNose untuk Deteksi Covid-19

Saat ini, sejumlah daerah sudah menghapus penggunaan GeNose untuk deteksi Covid-19.

Red: Nora Azizah
Saat ini, sejumlah daerah sudah menghapus penggunaan GeNose untuk deteksi Covid-19.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Saat ini, sejumlah daerah sudah menghapus penggunaan GeNose untuk deteksi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, Pemerintah Kota Makassar tetap akan menggunakan GeNose untuk mendeteksi COVID-19. Meskipun sejumlah daerah sudah menghapus penggunaan alat itu.

"Keputusan Pemkot Makassar tetap menggunakan GeNose untuk mendeteksi COVID-19 pada seseorang, karena alasan anggaran," kata Ramdhan Pomanto di Makassar, Senin (5/7).

Baca Juga

Menurut dia, dengan penggunaan GeNose saat mendeteksi seseorang, lebih bisa menghemat anggaran dibandingkan jika menggunakan rapid test antigen maupun PCR. Dengan penggunaan GeNose, lanjut dia, pihaknya bisa lebih banyak dalam pengadaan.

Apabila semua pendeteksian menggunakan antigen, maka dikhawatirkan anggaran tidak mencukupi. Sebagai gambaran, harga GeNose di pasaran hanya Rp30 ribu, sementara untuk rapid test antigen dan PCR bisa menghabiskan anggaran Rp150 ribu hingga Rp 1 juta untuk sekali tes.