Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Awal Sensasional Para Srikandi Lapangan Hijau Olimpiade

Jumat 23 Jul 2021 15:18 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Endro Yuwanto

Christen Press Amerika Serikat bereaksi ketika para pemain Swedia merayakan gol ketiga selama pertandingan sepak bola wanita di Olimpiade Musim Panas Tokyo 2020, Rabu, 21 Juli 2021, di Tokyo, Jepang.

Christen Press Amerika Serikat bereaksi ketika para pemain Swedia merayakan gol ketiga selama pertandingan sepak bola wanita di Olimpiade Musim Panas Tokyo 2020, Rabu, 21 Juli 2021, di Tokyo, Jepang.

Foto: AP Photo/Ricardo Mazalan
28 gol dalam sehari menjadi rekor baru sepanjang penyelenggaraan Olimpiade.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Belum apa-apa, sejumlah rekor sudah tercipta di cabang olahraga sepak bola putri pada Olimpiade Tokyo 2020. Ini baru matchday perdana.

Para penggemar cabor ini serasa mendapat kejutan dari tim nasional Amerika Serikat (AS). Para Srikandi Negeri Paman Sam tak berkutik pada laga pembuka Grup G. The Stars and Stripes ditaklukkan Swedia, 0-3, di Stadion Miyagi, Jepang, Rabu (21/7).

AS merupakan tim raksasa di kategori sepak bola putri. Negara tersebut sudah mengoleksi empat medali emas Olimpiade. Kemudian menggenggam empat trofi Piala Dunia, termasuk dalam dua edisi terakhir, yakni pada 2015 dan 2019.

Alhasil skuad polesan Vlatko Andonovski mendapat pukulan telak. Setelah 44 pertandingan tak terkalahkan, Megan Rapinoe dkk akhirnya terkapar.

"Saya pikir kami sedikit gugup, tegang, dan melakukan hal-hal bodoh," kata Rapinoe, dikutip dari BBC, Kamis (22/7).

Sejatinya Swedia tidak turun dengan kekuatan penuh. Pemain penting Swedia, Magdalena Eriksson, absen. Sementara AS masih mengandalkan sejumlah jawara berkelas, seperti Rose Lavelle, Sam Mewis, Alex Morgan, Tobin Heath, serta Lindsey Horan.

"Ini tidak akan mudah. Kami harus mendapatkan hasil positif dalam dua pertandingan berikutnya. Masih ada peluang, saya tahu tim ini tidak akan menyerah," ujar pelatih AS, Vlatko Andonovski.

Selanjutnya, Morgan dkk bakal berhadapan dengan Australia dan Selandia baru. Rekor lainnya, terjadi di pertandingan Grup F antara Belanda vs Zambia. Pasukan Negeri Kincir Angin unggul 10-3 atas wakil Afrika itu.

Skuad putri De Oranye menjadi tim yang paling banyak mencetak gol dalam satu pertandingan di Olimpiade. Penyerang Belanda, Vivianne Miedema, menjadi bintang. Jagoan Arsenal ini empat kali menjebol gawang lawan.

Sebaliknya, tiga gol Zambia dicetak oleh orang yang sama. Dia adalah Barbra Banda. Namun striker Shanghai Shengli ini tak kuasa membuat kubunya terhindari kekalahan memalukan.

Kedua tim sama-sama debutan di Olimpiade. Namun, Belanda menunjukkan progres positif dalam beberapa tahun terakhir. Srikandi Negeri Kincir Angin adalah juara Eropa 2017 dan runner-up Piala Dunia 2019.

Masih di Grup F. Sejumlah catatan penting juga tercipta usai duel antara Brasil vs Cina. Tim Samba menaklukkan skuad Negeri Tirai Bambu, lima gol tanpa balas. Kapten Selecao, Marta, membuat brace dalam laga ini.

Marta menjadi pemain pertama dalam sejarah sepak bola, baik putra maupun putri, yang mampu mencetak gol dalam lima edisi Olimpiade secara beruntun. Sosok bernama lengkap Marta Vieira da Silva itu merupakan top skorer sepanjang masa timnasnya, dan telah meraih penghargaaan pemain terbaik dunia FIFA dalam enam kesempatan.

Rekan setim Marta, Formiga, juga membuat rekor. Saat diturunkan menghadapi Cina, gelandang Sao Paulo itu berusia 43 tahun. Ia pemain tertua yang tampil di ajang ini.

Teranyar, ada 28 gol tercipta dalam sehari. Itu menjadi rekor baru sepanjang penyelenggaraan Olimpiade.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA