Senin 20 Dec 2021 13:46 WIB

Garuda Indonesia Sudah PHK 2 Ribuan Pegawai Selama Pandemi

Pengurangan karyawan menurunkan biaya operasional hingga 10 juta dolar AS per bulan.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nidia Zuraya
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Prayogi/Republika
Foto: Republika/Prayogi
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Prayogi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Irfan Setiaputra mengatakan Garuda telah melakukan sejumlah upaya dalam memperbaiki kondisi perusahaan, salah satunya dengan mengurangi jumlah pegawai. Irfan menyebut pemangkasan ribuan pegawai yang dilakukan Garuda merupakan efisiensi terhadap dampak pandemi bagi perusahaan.

"2020 dari mulai Januari sampai November tahun ini, kita sudah mengurangi jumlah pegawai sebesar 30,56 persen, dari 7.891 pegawai menjadi 5.400-an pegawai," ujar Irfan saat paparan publik Garuda Indonesia pada Senin (20/12).

Baca Juga

Irfan mengklaim proses pemangkasan ribuan pegawai dilakukan dengan cara yang sangat santun dan taat terhadap peraturan yang berlaku di Indonesia. Ia menilai pengurangan karyawan membuat Garuda dapat menurunkan biaya operasional hingga 10 juta dolar AS per bulan.

"Dari cost (biaya), ini ada penurunan di Januari 2020 sebesar 16 juta dolar AS per bulan menjadi hanya 6 juta dolar AS per bulan di Oktober," ucap Irfan.

Irfan menilai penurunan biaya operasional tak hanya lantaran pengurangan jumlah pegawai, melainkan juga pemotongan gaji di semua lini, termasuk direksi, komisaris, hingga pilot.

"Khusus jumlah pilot yang turun seperti biasa aja, yang biasa-biasa aja. Ada penurunan jumlah pilot yang lumayan besar, saya tidak ingin katakankan jumlahnya tapi sudah lebih dari dari 200-an orang dan kita saat ini memberlakukan periode kerja secara bergilir. Ketika tidak terbang di bulan tersebut kita tidak lakukan pembayaran gaji," kata Irfan.

Irfan menilai kebijakan pemotongan gaji merupakan kesepakatan bersama demi kebaikan perusahaan. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
سَيَقُوْلُ الْمُخَلَّفُوْنَ اِذَا انْطَلَقْتُمْ اِلٰى مَغَانِمَ لِتَأْخُذُوْهَا ذَرُوْنَا نَتَّبِعْكُمْ ۚ يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّبَدِّلُوْا كَلٰمَ اللّٰهِ ۗ قُلْ لَّنْ تَتَّبِعُوْنَا كَذٰلِكُمْ قَالَ اللّٰهُ مِنْ قَبْلُ ۖفَسَيَقُوْلُوْنَ بَلْ تَحْسُدُوْنَنَا ۗ بَلْ كَانُوْا لَا يَفْقَهُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًا
Apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan, orang-orang Badui yang tertinggal itu akan berkata, “Biarkanlah kami mengikuti kamu.” Mereka hendak mengubah janji Allah. Katakanlah, “Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami. Demikianlah yang telah ditetapkan Allah sejak semula.” Maka mereka akan berkata, “Sebenarnya kamu dengki kepada kami.” Padahal mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.

(QS. Al-Fath ayat 15)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement