Friday, 19 Syawwal 1443 / 20 May 2022

Friday, 19 Syawwal 1443 / 20 May 2022

Sultan Tegaskan tak Ada Lagi PKL Jualan di Sepanjang Malioboro

Rabu 26 Jan 2022 13:53 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Muhammad Subarkah

Abdi Dalem Keraton Yogyakarta usai mengikuti Wilujengan atau syukuran Teras Malioboro, Yogyakarta, Rabu (26/1/2022). Teras Malioboro yang diresmikan Sri Sultan HB X ini memiliki kapasitas 800an los untuk relokasi pedagang kaki lima (PKL) Malioboro. Sebanyak 1.838 PKL Malioboro diberikan waktu pada 1 Februari hingga 7 Februari untuk menempati lokasi yang baru.

Abdi Dalem Keraton Yogyakarta usai mengikuti Wilujengan atau syukuran Teras Malioboro, Yogyakarta, Rabu (26/1/2022). Teras Malioboro yang diresmikan Sri Sultan HB X ini memiliki kapasitas 800an los untuk relokasi pedagang kaki lima (PKL) Malioboro. Sebanyak 1.838 PKL Malioboro diberikan waktu pada 1 Februari hingga 7 Februari untuk menempati lokasi yang baru.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Tidak boleh lagi ada PKL yang jualan di sepanjang Malioboro.

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan tidak ada lagi pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang trotoar Malioboro setelah proses relokasi dilakukan. Proses pemindahan PKL ke lokasi baru akan dimulai awal Februari 2022. 

Dua tempat yang dijadikan sebagai lokasi baru untuk PKL yakni di eks Gedung Bioskop Indra dan eks Gedung Dinas Pariwisata (Dispar) DIY. Bioskop Indra diganti nama menjadi Teras Malioboro 1 dan Dispar DIY diganti menjadi Teras Malioboro 2. 
 
"Kami juga sepakat, otomatis akan mengeluarkan keputusan yang akan baru kita design bagaimana dengan PKL pindah di Teras Malioboro 1 maupun Teras Malioboro 2 tidak boleh lagi ada PKL yang jualan di sepanjang Malioboro. Kalau nanti boleh, kasian mereka yang pindah," kata Sultan saat Wilujengan Teras Malioboro, Yogyakarta, Rabu (26/1/2022). 
 
Sultan menyebut, relokasi dilakukan sebagai upaya dalam menumbuh kembangkan PKL Malioboro. Ia berharap bahwa PKL yang dipindah memiliki pemahaman yang sama untuk mengembangkan PKL. 
 
"Saya ingin teman-teman PKL itu pindah disini dengan pemahaman yang sama bukan karena fasilitas yang ada disini yang jadi motivasi. Tapi upaya bersama untuk berdagang, tumbuh dan berkembang," ujarnya. 
 
Pihaknya juga membebaskan biaya retribusi selama satu tahun bagi PKL yang dipindah ke lokasi baru. Total, ada 1.838 PKL yang terdata akan dipindahkan ke Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2. 
 
"Didukung APBD, kami dalam satu tahun anggaran tidak akan menarik pajak apapun keada pedagang. Kota madya (Pemkot Yogyakarta) juga tidak akan meminta retribusi," jelas Sultan. 
 
Pembebasan biaya retribusi ini, kata Sultan, dilakukan agar memberikan ruang untuk mempromosikan lokasi baru yang ditempati PKL. Promosi ini dilakukan bersama-sama antara pemerintah, PKL dan pihak lainnya guna mendatangkan pengunjung ke tempat yang baru. 
 
"Memberikan ruang pada PKL untuk fokus bagaimana bersama-sama kami untuk mempromosikan tempat yang baru menjadi pilihan bagi para wisatawan maupun bagi warga masyarakat Yogya sendiri yabg mau belanja di Teras Malioboro 1 maupun Teras Malioboro 2," tambah Sultan. 
 
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, lokasi baru yang ditempati oleh PKL dapat menjadi pusat oleh-oleh maupun pusat jajanan  Dengan adanya lokasi baru tersebut, kata Heroe, dapat menjadi pilihan lainnya bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Malioboro. 
 
"Saat ini pengunjung bisa memilih oleh-oleh dan jajanan di Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2, Pasar Beringharjo juga sepanjang pertokoan. Malah semakin lengkap fasilitas yang diberikan ke pengunjung dengan harapan makin banyak yang datang ke Yogya," kata Heroe. 
 
 
 
 
 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile