Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

8 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Mengapa Sholat Dilakukan Lima Kali dalam Sehari?

Senin 07 Feb 2022 20:25 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Ilustrasi sujud / sholat. Mengapa Sholat Dilakukan Lima Kali dalam Sehari?

Ilustrasi sujud / sholat. Mengapa Sholat Dilakukan Lima Kali dalam Sehari?

Foto: Dok Republika
Awalnya, Allah memerintahkan Muslim sholat 50 kali dalam sehari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dari semua Rukun Islam, perintah sholat lima waktu diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW di surga. Awalnya, Rasulullah SAW diberitahu bahwa umat Islam harus beribadah sholat 50 kali.

Akan tetapi, Nabi Musa AS mengatakan kepada Nabi Muhammad bahwa umatnya tak akan mampu melaksanakannya dan memintanya untuk kembali. Allah SWT kemudian memerintahkan 10 kali, dan Musa kembali mengatakan kepada Muhammad agar memohon kepada Allah untuk meringankannya.

Baca Juga

Akhirnya, Nabi Muhammad diberitahu bahwa umat Islam harus menunaikan sholat lima kali dalam sehari. "Aku telah menegakkan kewajiban-Ku dan menjadikannya ringan bagi hamba-hamba-Ku. Barang siapa yang mengerjakan sholat lima waktu, maka pahalanya seperti sholat lima puluh kali. Apa yang Aku putuskan tidak dapat diubah." (HR. Al-Bukhari)

Idris Tawfiq dalam artikelnya di About Islam mengatakan, penentuan waktu sholat dalam lima waktu tertentu bukan sekadar ide tanpa tujuan. Menurutnya, penentuan lima waktu sholat itu adalah dalam rangka meresapi keseharian seseorang dengan mengingat Allah.

Beberapa mualaf yang baru memeluk Islam mengatakan mereka menjalani kehidupan yang sangat sibuk. Karenanya, mereka bertanya apakah boleh sholat lima waktu itu dilakukan bersamaan di malam hari ketika waktu mereka sudah luang.

Idris mengatakan, justru karena manusia menjalani kehidupan yang sibuk, maka beribadah sholat itu harus dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Penentuan waktu itu sederhana, yakni ketika bangun dari tidur (subuh), di siang hari (zhuhur), di tengah hari (ashar), di sore hari menjelang malam (maghrib), dan di malam hari (isya').

Idris mengatakan, dengan beribadah pada waktu-waktu yang ditentukan itu, memberikan seorang Muslim rutinitas ibadah di kesehariannya. Sebab, kita mengingat Allah ketika bangun dan menghabiskan hari dengan menyela semua kesibukan untuk mengingat Allah kembali.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile