Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Hati-Hati, Obat Flu dan Batuk yang Dijual Bebas Ada yang Bisa Picu Lonjakan Gula Darah

Senin 07 Feb 2022 18:15 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda

Obat batuk sirup. Cermati kandungan gula dalam sirup obat batuk karena dapat memicu lonjakan gula darah pada pengidapdiabetes.

Obat batuk sirup. Cermati kandungan gula dalam sirup obat batuk karena dapat memicu lonjakan gula darah pada pengidapdiabetes.

Foto: Flickr
Pengidap diabetes perlu berhati-hati dalam mengonsumsi obat flu dan batuk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Diabetes terjadi ketika tubuh kehilangan kepekaannya terhadap insulin atau terhentinya produksi insulin. Hasil akhirnya adalah peningkatan kadar gula darah yang merusak tubuh.

 

Menurut WebMD, beberapa dekongestan yang digunakan dalam obat flu dan pilek juga dapat meningkatkan kadar gula darah. Direktur Farmasi Inspektur Apoteker Inggris Raya, Jane Hingley, merinci risiko apa yang mungkin ditimbulkannya bagi pengidap diabetes dan non-diabetes.

Baca Juga

Sekitar 90 persen pengidap diabetes memiliki jenis tipe-2, yang lebih mungkin berkembang pada individu yang kelebihan berat badan. Namun, kemungkinan mengembangkan kondisi itu dapat bergantung pada kombinasi faktor risiko lain, seperti gen dan gaya hidup.

Meskipun riwayat keluarga dan etnis tidak dapat diubah, faktor risiko gaya hidup lain untuk kondisi tersebut dapat diubah. Makan, aktivitas fisik, dan berat badan adalah tiga titik fokus utama dalam pencegahan diabetes. Di sisi lain, mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti sirup obat batuk, juga memerlukan kehati-hatian pada pengidap diabets.

Menurut Endocrine Today, banyak obat batuk dan pilek cair yang dijual bebas mengandung karbohidrat dan alkohol. Profesor asosiasi klinis di Southern Illinois University Edwardsville School of Pharmacy, Miranda Wilhelm pernah menulis bahwa obat dengan kandungan tersebut bisa signifikan memengaruhi kadar glukosa darah.

"Isi dari bahan-bahan ini tidak termasuk dalam label fakta obat," tulis Wilhelm dalam publikasi tahun 2017 dilansir Express, Ahad (6/2/2022).

Dokter menjelaskan bahwa label obat harus mencakup enam bagian, yakni bahan aktif, kekuatan obat, peringatan, petunjuk penggunaan, bahan tidak aktif, dan informasi lainnya. Dari semua bagian pada label, kandungan itu adalah bahan aktif yang harus diperiksa dengan cermat oleh diabeteso.

Jenis bahan yang tercantum di bagian ini biasanya menginduksi perasa, pewarna, dan pengikat pil. Bahan-bahan ini memberikan petunjuk yang kuat apakah suatu produk mengandung gula atau tidak, dan harus menginformasikan keputusan penyandang diabetes untuk mengambil atau menghindari obat-obatan tertentu.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile