Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

9 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Liestiadi Pastikan Telah Mengevaluasi Tim Jelang Hadapi PSS

Rabu 23 Feb 2022 12:24 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Muhammad Akbar

Pelatih Baru PSIM. Pelatih PSIM Liestiadi menghadiri konferensi pers pelatih baru PSIM di Yogyakarta, Kamis (10/10/2019).

Pelatih Baru PSIM. Pelatih PSIM Liestiadi menghadiri konferensi pers pelatih baru PSIM di Yogyakarta, Kamis (10/10/2019).

Foto: Republika/ Wihdan
Liestiadi mengungkapkan dirinya telah mempelajari tiga pertandingan terakhir PSS

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Persikabo Liestiadi memastikan telah mengevaluasi tim jelang menghadapi PSS Sleman pada laga lanjutan pekan ke-27 Liga 1 2021/2022 di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Kamis (24/2/2022). Persikabo menelan kekalahan telak 0-4 pada laga terakhir saat menghadapi Bhayangkara FC.

Masalah komunikasi juga menjadi sorotan Liestiadi dalam kekalahan di laga sebelumnya. Selain itu, dia mengakui permainan Bhayangkara lebih baik dari Laskar Padjajaran dalam pertandingan tersebut. Tetapi dia menegaskan saat ini tim sudah fokus mempersiapkan diri menghadapi PSS Sleman.

Untuk pertandingan melawan PSS, Persikabo dipastikan tidak bisa menurunkan Didik Wahyu dan Manahati Lestusen karena akumulasi kartu, ditambah Firza Andika juga tidak bisa bermain karena ada urusan keluarga.

"Tapi saya tidak khawatir karena percaya pemain-pemain pengganti akan bermain lebih baik agar kita bisa meraih poin maksimal lawan PSS," kata Liestiadi dalam konferensi pers virtual jelang pertandingan, Rabu (23/2/2022).

Liestiadi mengungkapkan dirinya telah mempelajari tiga pertandingan terakhir PSS dan telah mempersiapkan kontra strategi agar bisa memetik kemenangan. Menurutnya tim berjuluk Super Elang Jawa dengan komposisi pelatih dan pemain saat ini justru lebih berbahaya dari putaran pertama.

"Pertandingan di putaran pertama melawan PSS tidak menjadi fokus utama dalam evaluasi saya. Justru kekuatan PSS sekarang lebih berbahaya," ujarnya.

Pelatih berusia 53 tahun itu mengakui  dirinya selalu khawatir saat bermain di tengah gelombang ketiga pandemi Covid-19. Pasalnya, semua tim bergantung kepada hasil tes PCR terakhir yang bisa memaksa tim kehilangan pemain mereka karena hasil tes positif Covid-19.

"Sejak Februari ini saya deg-degan bukan karena menghadapi pertandingan yang akan datang, tapi justru karena khawatir pemain terinfeksi virus Covid-19," katanya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile