Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

10 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Cerita Jamu, Warisan Indonesia untuk Dunia

Selasa 12 Apr 2022 06:19 WIB

Red: Natalia Endah Hapsari

Jamu (ilustrasi)

Jamu (ilustrasi)

Foto: Max Pixel
Inilah sumbangsih bangsa Indonesia pada dunia khususnya dalam bidang kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversitas (megabiodiversity) kedua terbesar di dunia, setelah Brasil, karena tingginya tingkat keanekaragaman hayati yang dimiliki, termasuk tanaman obat.

Tanaman obat sendiri sudah digunakan oleh nenek moyang bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam pengobatan tradisional utamanya dalam rangka menjaga kesehatan. Salah satu pengobatan tradisional yang sudah diwariskan turun temurun dan masih dilakukan hingga kini adalah budaya minum jamu. 

Jamu berasal dari bahasa Jawa kuno yaitu jampi atau usodo. Jampi atau usodo memiliki arti penyembuhan menggunakan ramuan obat-obatan atau doa-doa. Jamu merupakan warisan leluhur yang sangat berharga. Minuman ini telah memegang peranan penting dalam pemeliharaan kesehatan dan kebugaran masyarakat Nusantara sejak ratusan tahun silam.

Dengan kondisi dunia saat ini mengalami pandemi Covid-19, masyarakat dunia tersadarkan kembali tentang kesehatan. Kesehatan menjadi fokus utama dunia.Dan jamu sebagai kearifan lokal bangsa Indonesia dapat menjadi solusi perawatan kesehatan yang komprehensif bagi masyarakat dunia.

Dukungan untuk Budaya Sehat Jamu juga ditunjukkan oleh pemerintah. Pada bulan Maret 2022 yang lalu secara resmi Pemerintah melalui Kemendikbud Ristek mendaftarkan jamu sebagai warisan budaya tak benda kepada UNESCO. Hal ini dapat menjadi sebuah tonggak awal bagi jamu untuk dapat diakui secara global.

Keputusan Mendikbud Ristek mendapatkan dukungan, salah satunya adalah dari anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Putri Kus Wisnu Wardani. “ Saya mengapresiasi langkah Kemendikbud Ristek yang mengajukan budaya sehat jamu menjadi warisan budaya tak benda ke UNESCO,'' ujar Putri dalam siaran pers yang diterima Republika, Selasa (12/4).

Menurut Putri, di saat pandemi, gaya hidup sehat melalui jamu bisa membantu banyak orang tidak saja di seluruh Indonesia tapi juga di dunia. ''Terlebih jamu dianggap telah membantu menjaga kebugaran masyarakat dan memberikan manfaat bagi kesehatan secara global di tengah kondisi dunia yang terpuruk akibat pandemi sehingga penting untuk mendorong agar jamu bisa memperoleh pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia,'' lanjutnya.

Maka, jamu memberikan sumbangsih pada Sustainable Development Goals (SDG) dengan salah satu tujuan indikator yaitu kehidupan sehat dan sejahtera untuk masyarakat dengan pemanfaatan keaneragaman hayati atau rempah-rempah sebagai pewaris budaya. Juga adanya kesetaraan gender yang memberikan ruang lebih besar bagi pemberdayaan perempuan apalagi mayoritas jamu gendong di Indonesia merupakan kaum perempuan. 

"Jamu juga banyak memberikan manfaat kesehatan untuk dunia, bahkan rumah produksi film terkenal Amerika mengangkat mengenai khasiat jamu dalam film yang berjudul Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Roberts saat dalam satu adegan dia sembuh melalui ramuan jamu yang mujarab," kata Putri.

Jamu itu lebih dari sekadar obat tradisional, tetapi ada doa di setiap racikannya. Jamu merupakan bentuk sumbangsih bangsa Indonesia pada dunia khususnya dalam bidang kesehatan. Maka sudah selayaknya kita patut bangga dan selalu melestarikan jamu sebagai warisan budaya sejak 1.200 tahun yang lalu masih ada hingga kini.

 

sumber : siaran pers
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile