Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pelatih Bali United Sebut Insiden Tewasnya Suporter Persib Jadi Perbincangan di Brasil

Ahad 19 Jun 2022 10:22 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Pelatih Bali United, Stefano Teco.

Pelatih Bali United, Stefano Teco.

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Rekan-rekan dan wartawan Brasil banyak yang bertanya kepada Teco terkait insiden ini.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Insiden meninggalnya dua suporter Persib Bandung menarik perhatian dunia sepak bola. Tak terkecuali pelatih Bali United, Stefano 'Teco' Cugurra yang juga ikut bermain sebagai salah satu tim di Grup C Piala Presiden. 

 

Teco menyayangkan insiden yang terjadi di pertandingan Persib kontra Persebaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Jumat (17/6/2022) lalu. Menurutnya, suporter seharusnya bisa menikmati pertandingan. 

Baca Juga

"Ini berita yang buruk, saya orang Brasil dan banyak wartawan dan teman-teman saya di Brasil mendengar berita dari Indonesia, sangat buruk," kata Teco di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Ahad (19/6/2022). 

Teco mengakui tahu bahwa ini bukan kali pertama suporter tewas di stadion. Bukan hanya di Bandung, tapi juga stadion-stadion lainnya. 

"Suporter datang ke stadion untuk menikmati pertandingan, kita tidak boleh menerima ada suporter yang meninggal karena mau menikmati pertandingan," kata Teco. 

Teco sadar bahwa antusiasme penonton sangat besar karena sudah lama tidak ada penonton di stadion. Sebagai warga negara Brasil, Teco melihat penuhnya stadion menjadi salah satu kekhasan sepak bola Indonesia. 

"Saya sudah lama tinggal di Indonesia dan saya senang ketika pertandingan di stadion penuh pasti pemain pun senang waktu stadion penuh, tapi harus ada kontrol," kata Teco. 

Kontrol itulah yang tidak ditemukan di insiden kemarin yang menyebabkan suporter meninggal dunia. Teco pun menyebut harus ada evaluasi mengingat kompetisi Liga 1 akan datang. 

"Ini harus dievaluasi, karena kita sudah dua tahun tidak ada suporter dan kini suporter kembali ke stadion, tapi awal (ada kembalinya suporter ini) sangat buruk buat liga Indonesia," kata Teco. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile