Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

 

19 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Studi WHO: Vaksin Covid-19 Terbukti Turunkan Risiko Sakit Berat pada Lansia

Sabtu 25 Jun 2022 17:05 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Nora Azizah

Vaksin Covid-19 terbukti turunkan risiko dirawat di RS dan sakit parah pada lansia.

Vaksin Covid-19 terbukti turunkan risiko dirawat di RS dan sakit parah pada lansia.

Foto: ANTARA/Fransisco Carolio
Vaksin Covid-19 terbukti turunkan risiko dirawat di RS dan sakit parah pada lansia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) mengungkap studi dari organisasi kesehatan dunia PBB (WHO) bahwa vaksin Covid-19 pada usia lanjut dapat menurunkan kejadian penyakit berat, masuk rumah sakit dan rawat inap, dan kematian. Itu sebabnya, kelompok rentan, di antaranya lanjut usia (lansia), perlu mendapatkan vaksin Covid-19.

 

"Kelompok masyarakat yang perlu mendapatkan perlindungan dari Covid-19 yakni usia lanjut, penyakit penyerta (komorbid), dan kelompok melemahnya sistem imun (imunokompromais). Kemudian, terdapat kelompok masyarakat yang mempunyai gangguan respons imun terhadap vaksinasi," kata Ketua ITAGI Sri Rezeki Hadinegoro dalam konferensi virtual, Sabtu (25/6/2022).

Baca Juga

Ia menjelaskan, vaksin Covid-19 yang diberikan yaitu dua dosis utama dan dosis penguat (booster). Kemudian, vaksin dosis booster dibagi menjadi dua yaitu homolog dan heterolog. Vaksin booster homolog merupakan vaksin Covid-19 yang diberikan sama dengan jenis platform primer. Sementara itu, dia melanjutkan, vaksin heterolog merupakan vaksin yang masuk dalam daftar izin WHO (EUL) yaitu messenger RNA, viral vektor, protein subunit.

"Berdasarkan data, vaksinasi booster heterolog  pada vaksin CoronaVac menghasilkan respons antibodi lebih tinggi dan bertahan lebih lama dibandingkan booster homolog. Tujuan pemberian booster adalah memperbaiki atau meningkatkan efektifitas vaksin yang telah menurun," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile