Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Integrasi Transportasi Publik dan Teknologi Penting untuk Para Komuter

Kamis 30 Jun 2022 16:01 WIB

Red: Nidia Zuraya

Penumpang mengantre usai menaiki MRT di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta (ilustrasi).

Penumpang mengantre usai menaiki MRT di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta (ilustrasi).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
MRT berkolaborasi dengan feeder system bersama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda) Muhammad Effendi mengatakan integrasi layanan transportasi publik dengan penyedia teknologi transportasi (ride hailing/social ride) penting demi menunjang kenyamanan perjalanan masyarakat (commuting)."Ini kesempatan bagus dengan kolaborasi MRT dengan feeder system bersama dengan sekarang enam partner, guna meningkatkan mobilitas atau membantu masyarakat untuk naik MRT dari rumah langsung," kata Effendi saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (30/6/2022).

 

Mengutip data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sebanyak 70 persen penduduk di provinsi DKI Jakarta merupakan kelompok usia produktif.Hal ini menyebabkan permintaan akan moda transportasi pilihan di jam sibuk menjadi sangat tinggi seiring dengan mobilitas warga di ibu kota dan sekitarnya.

Baca Juga

"Dan berdasarkan hasil survei kami, yang diinginkan penumpang adalah kenyamanan. Bagaimana caranya mulai dari keluar rumah hingga ke tempat tujuan sudah ada treat yang jelas, ditambah dengan feeder partner untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan penumpang," kata Kepala Divisi Customer Engagement PT MRT Jakarta (Perseroda) Syofya Ilham Ermayanti.

Menanggapi, Effendi mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan pihak swasta untuk mewujudkan kenyamanan perjalanan penggunanya. Beberapa di antaranya adalah layanan bus Transjakarta, layanan taksi, dan sejumlah perusahaan teknologi transportasi.

"Kita tidak bisa sendirian untuk melakukan hal tersebut. Itulah sebabnya kita butuh partner yang lain, dimana private sector juga akan masuk di dalamnya," kata Effendi.

Ia memastikan, mitra kerja sama yang berada di area yang dikelola oleh MRT Jakarta tidak menimbulkan kemacetan dan penghambatan."Area yang dikelola MRT kami pastikan titik-titik itu tidak menimbulkan kemacetan, penghambatan. Sementara yang diberikan kepada partner adalah info dimana mereka bisa antar-jemput penumpang. Sehingga sebagai startup pun diharapkan akan tumbuh bersama MRT dan eventually, revenue juga ikut tumbuh," paparnya.

 

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile