Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

14 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Anggota Satpol PP Surabaya Jadi Tersangka Akibat Jual Barang Bukti Penertiban

Kamis 14 Jul 2022 05:33 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Nur Aini

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto menerima laporan telah terjadi kegiatan pengangkutan barang bukti keluar gudang penyimpanan tanpa seizinnya. Eddy pun segera melakukan tindakan penghentian dan pelaporan kepada Kejari Surabaya untuk dilakukan proses hukum.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto menerima laporan telah terjadi kegiatan pengangkutan barang bukti keluar gudang penyimpanan tanpa seizinnya. Eddy pun segera melakukan tindakan penghentian dan pelaporan kepada Kejari Surabaya untuk dilakukan proses hukum.

Foto: Dok Pemkot Surabaya
Anggota Satpol PP Kota Surabaya yang jual barang bukti ditahan

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kejaksaan Negeri Surabaya menetapkan F, oknum Satpol PP Kota Surabaya, sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penjualan barang bukti hasil penertiban. Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya Danang Suryo Wibowo membenarkan, pihaknya telah menerbitkan Surat Perintah Penetapan Tersangka dengan nomor Print-05/M.5.10/Fd.1/07/2022 pada 13 Juli 2022.

"Tersangka pada sekitar Mei diduga menjual barang bukti hasil kegiatan penertiban yang berada di Gudang Satpol PP Kota Surabaya Jalan Tanjungsari nomor 11-15, Surabaya kepada pihak dengan nilai sekitar Rp 500 juta," ujar Danang, Kamis (14/7/2022).

Baca Juga

Danang menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula saat Kasatpol PP Kota Surabaya Eddy Christianto, menerima laporan telah terjadi kegiatan pengangkutan barang bukti keluar gudang penyimpanan tanpa seizinnya. Eddy pun segera melakukan tindakan penghentian dan pelaporan kepada Kejari Surabaya untuk dilakukan proses hukum.

Danang menjelaskan, tersangka disangkakan Pasal 10 huruf a, Pasal 10 huruf b Jo. Pasal 15 Jo. Pasal 18 UU RI nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

"Kepada tersangka juga dilakukan penahanan selama 20 hari di Rutan Kelas 1 Surabaya Cabang Kejati Jatim," ujarnya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile