Muhaimin Minta Pemerintah Optimalkan Faskes Atasi DBD

Data Kemenkes menunjukkan sampai pekan ke-30 tahun 2022 tercatat ada 68.903 kasus DBD

Rabu , 10 Aug 2022, 04:55 WIB
Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar meminta pemerintah mengoptimalkan pelayanan rumah sakit dan fasilitas kesehatan (faskes).
Foto: DPR RI
Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar meminta pemerintah mengoptimalkan pelayanan rumah sakit dan fasilitas kesehatan (faskes).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar meminta pemerintah mengoptimalkan pelayanan rumah sakit dan fasilitas kesehatan (faskes). Hal itu perlu dilakukan untuk mengatasi tingginya kasus demam berdarah dengue (DBD) dalam beberapa pekan terakhir.

"Saya dapat laporan kasus DBD dalam beberapa pekan ini naik. Karena itu saya minta pemerintah mengoptimalkan pelayanan kesehatan, terutama di daerah-daerah yang mengalami kasus DBD tinggi," kata Muhaimin di Jakarta, Rabu (10/8/2022).

Baca Juga

Hal itu dikatakannya terkait data Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menunjukkan kasus DBD sampai pekan ke-30 tahun 2022 tercatat 68.903 kasus di 456 kabupaten/kota di 34 provinsi, dengan 640 kasus kematian. Pada pekan lalu, terjadi penambahan 1.311 kasus dan ada 13 kematian dalam sepekan.

Muhaimin menegaskan pemerintah perlu pasang badan terkait tingginya kasus DBD terutama mengenai pelayanan untuk tes DBD, kesiapan tenaga medis, maupun kebutuhan obat-obatan DBD yang memadai. "Ini peringatan untuk pemerintah dan kita semua. DBD jangan diabaikan, apalagi ada kemiripan gejala awal pada pasien DBD dengan pasien Covid-19 sehingga perlu pendeteksian dini yang lebih cepat dan akurat," ujarnya.

Dia juga mendorong Kemenkes serta Dinas Kesehatan di daerah untuk gencar melakukan upaya pencegahan penularan serta pengendalian peningkatan kasus DBD. Salah satunya menurut dia dengan menggalakkan kembali kegiatan bersih-bersih dan melakukan penyemprotan (fogging) secara berkala, khususnya di wilayah-wilayah permukiman padat.

“Saya juga mendorong pemerintah gencar mengampanyekan pola hidup sehat di tengah masyarakat. Misalnya melalui gerakan 3M yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur benda yang bisa menampung air,” katanya.

Selain itu Muhaimin mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap infeksi penularan virus DBD dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta meningkatkan imun tubuh. Dia menilai perlu ada kesadaran dari masyarakat untuk mencegah DBD khususnya di lingkungan terdekat.