Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Anak Usaha Telkom Tawarkan Skema Bisnis Ini untuk Operator Telekomunikasi

Rabu 10 Aug 2022 20:28 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha

Anak usaha PT Telkom Indonesia  (Persero), PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel terus memantapkan langkah menuju digital infrastructure company atau perusahaan infrastruktur digital.

Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero), PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel terus memantapkan langkah menuju digital infrastructure company atau perusahaan infrastruktur digital.

Foto: Telkom
Operator telekomunikasi hanya perlu menentukan tower yang diinginkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero), PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel, terus memantapkan langkah menuju digital infrastructure company atau perusahaan infrastruktur digital. Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko atau Teddy mengatakan Mitratel siap menawarkan skema bisnis yang atraktif untuk seluruh operator telekomunikasi.

"Jadi operator telekomunikasi hanya perlu menentukan tower yang diinginkan dan kami akan menyiapkan semua sarana penunjangnya. Hal ini diharapkan dapat memudahkan operator untuk meningkatkan layanannya kepada masyarakat di seluruh Indonesia," ujar Teddy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (10/8/2022).

Baca Juga

Teddy menyampaikan skema bisnis ini merupakan solusi total yang terdiri atas tower leasing, connectivity dan power to tower. Teddy menyebut Mitratel telah menyediakan skema bisnis yang atraktif berupa tower leasing, connectivity dan power yang bisa ditawarkan kepada operator telekomunikasi dengan skema bundling dan total solution.

"Setelah akuisisi 6.000 menara, jumlah kepemilikan menara Mitratel sampai 31 Juli 2022 menjadi lebih dari 34.800 menara atau menjadi yang terbesar di Asia Tenggara," lanjutnya.

Teddy menilai pengalihan kepemilikan ini memberikan dampak potensi yang sangat besar kepada operator telekomunikasi untuk memperkuat dan memperluas layanannya. Pasalnya, ucap Teddy, tower-tower tersebut sebelumnya eksklusif hanya untuk Telkomsel dan sekarang dapat dimanfaatkan semua operator dengan skema bisnis yang sangat menarik.

"Pascaakuisisi menara, Mitratel akan meningkatkan tenancy ratio secara agresif dan perluasan layanan termasuk portfolio bisnis pendukung (tower ecosystem) agar dapat menciptakan nilai yang lebih besar bagi pelanggan," ucap dia.

Teddy mengatakan Mitratel berinisiatif untuk mengimplementasikan marketing analytics dalam aktivitas pemasaran dan penjualan, memanfaatkan solusi small cell untuk 5G, serta memperkuat kemitraan dengan pemilik lahan. Teddy meyakini hal ini akan mendorong Mitratel sebagai Tower Provider pilihan utama pelanggan bukan hanya karena ketersediaan tower di setiap titik kebutuhan pelanggan, melainkan juga karena memberikan nilai lebih dalam mendukung bisnis pelanggan dan juga lingkungan sekitar menara.

"Dengan semakin luas jangkauan dari layanan operator yang memanfaatkan tower Mitratel akan memacu pemanfaatannya untuk menggerakkan perekonomian nasional, termasuk pengembangan start up dan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia," kata Teddy menambahkan.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile