Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

6 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

KB Suntik Jadi Primadona Perempuan Indonesia, Dokter: Alat Kontrasepsi Cocok-cocokan

Selasa 27 Sep 2022 10:39 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Seorang tenaga medis memasangkan alat kontrasepsi Implan KB atau susuk pada seorang ibu. Pasangan suami istri perlu menjalani konseling mengenai alat kontrasepsi sebelum memutuskan memilih salah satu jenisnya.

Seorang tenaga medis memasangkan alat kontrasepsi Implan KB atau susuk pada seorang ibu. Pasangan suami istri perlu menjalani konseling mengenai alat kontrasepsi sebelum memutuskan memilih salah satu jenisnya.

Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Kecocokan alat kontrasepsi bersifat subjektif bagi tiap perempuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia - Jakarta Raya dr Ulul albab, SpOG mengibaratkan memilih alat kontrasepsi khususnya bagi kaum hawa seperti memilih suami. Artinya, tergantung pada kecocokan.

"Bagi orang lain mungkin suami kita enggak bagus, tetapi buat kita cocok, sangat subjektif dan individual untuk memilih alat kontrasepsi," kata dr Ulul melalui pesan elektroniknya kepada Antara, Selasa (27/9/2022).

Baca Juga

Menurut dr Ulul, di sinilah pentingnya pasangan suami istri menjalani konseling kontrasepsi. Selama konseling, mereka akan mendapatkan rekomendasi jenis kontrasepsi dari dokter berdasarkan tujuan pasien.

Di antara berbagai tujuan penggunaan alat kontrasepsi, menunda kehamilan dalam waktu dekat salah satunya. Kebanyakan dipilih pasangan di bawah usia 20 tahun.

Selain itu, ada juga pasien yang tidak ingin memiliki keturunan lagi. Umumnya, mereka berusia di atas 35 tahun.

"Tujuan kontrasepsi sangat banyak, dan kecocokan alat kontrasepsi juga tergantung kondisi tiap orang," ujar dr Ulul.

Menurut dr Ulul, pemberian konseling kontrasepsi bukan hanya saat wanita hamil atau melahirkan. Hal tersebut bisa dilakukan sebelum perempuan dan pasangannya menikah atau sebelum terjadi kehamilan.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile