Legislator Minta Pemerintah Penuhi Janji Pengadaan Vaksin Meningitis Awal Oktober

Jika sudah tersedia, perlu percepatan distribusi vaksin ke seluruh wilayah Indonesia

Selasa , 04 Oct 2022, 01:56 WIB
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin meningitis kepada warga, (ilustrasi).
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin meningitis kepada warga, (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan akan menyediakan 250 ribu vaksin meningitis pada awal Oktober yang bisa digunakan oleh jamaah umroh. Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati meminta pemerintah memenuhi janji pengadaan vaksin meningitis tersebut.

"Sebab sudah masuk laporan, ratusan calon jamaah umroh di berbagai kota gagal berangkat karena belum bisa mendapatkan vaksin meningitis ini. Kita minta pastikan awal Oktober sudah tersedia sebab keberangkatan calon jamaah umroh ini sudah pasti dari sisi tanggal dan jadwal sebab terkait tiket dan akomodasi," kata Kurniasih dalam keterangannya, Senin (3/10/2022) lalu.

Baca Juga

Kurniasih mengatakan perlu percepatan dalam hal distribusi ke seluruh wilayah Indonesia ketika rencana pengadaan vaksin untuk awal Oktober 2022 sudah tersedia. "Karena ini sudah tahap kondisi tidak biasa. Jangan lagi menggunakan pola biasa, wajib ada akselerasi," tegasnya.

Kurniasih juga meminta agar Kemenkes mengusut beberapa temuan dari harga vaksin meningitis yang melambung seiring langkanya vaksin tersebut. Temuan tersebut menurutnya harus diusut serius.

"Ada temuan dari asosiasi umroh jika di lapangan ada oknum tenaga kesehatan yang menawarkan merek lain dengan harga dua kali lipat dari aturan yang ada. Ini juga harus diusut agar dalam kondisi sulit tidak ada oknum yang bermain," ujarnya.

Ia menambahkan, kejadian ini menjadi bahan untuk melakukan evaluasi terhadap syarat vaksin meningitis sebagai syarat perjalanan umroh. Sebab ada laporan dari Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Hilman Latief yang menyebut vaksinasi meningitis tidak lagi jadi syarat oleh Saudi, melainkan hanya anjuran.

"Sementara ada statemen dari Kemenkes kewajiban vaksinasi meningitis bagi calon jamaah umroh karena kewajiban dari Saudi. Ini harus dilakukan pembicaraan bersama dengan tujuan memberikan yang terbaik dan kemudahan bagi calon jamaah umroh," ucap Kurniasih.