DPR: Parlemen adalah Wakil Rakyat untuk Selamatkan Kehidupan Global

BKSAP DPR berharap para parlemen negara sahabat bisa melahirkan pernyataan bersama.

Rabu , 05 Oct 2022, 13:30 WIB
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra yang juga Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (22/9).
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra yang juga Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (22/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia menjadi tuan rumah Parliamentary Forum in the Context of the G20 Parliamentary Speaker's Summit (P20). Dalam sambutan pembukaannya, Ketua DPR Puan Maharani mengatakan bahwa forum P20 diharapkan dapat membangun komitmen bersama dalam merespon gejolak dan tantangan global.

Parlemen, adalah wakil suara rakyat yang harus mampu memberikan legitimasi atas upaya pemerintah menjalankan komitmen kebijakan. Salah satunya dalam komitmen kebijakan luar negeri dan kerjasama antarnegara.

Baca Juga

"Legitimasi parlemen tersebut akan diarahkan untuk menyelamatkan kehidupan masyarakat global yang lebih baik, dengan hidup sejahtera, tentram dan memiliki bumi yang berkelanjutan," ujar Puan dalam sambutan pembukaannya di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/10/2022).

Saat ini, dunia sedang melakukan berbagai upaya pemulihan sosial dan ekonomi dari dampak pandemi. Kondisi ini menempatkan situasi perekonomian domestik, membutuhkan respon kebijakan fiskal dan moneter dari pemerintahan masing-masing negara.

Terutama, agar dapat mengantisipasi agar pemulihan sosial dan ekonomi dapat terus berlanjut. Serta, menjaga agar kualitas kesejahteraan rakyat tidak menurun.

"Kita juga masih memiliki sejumlah agenda global dalam menuntaskan pembangunan berkelanjutan, yaitu antara lain hal-hal yang berkaitan dengan climate change, lingkungan hidup, ekonomi hijau, ketahanan pangan dan energy, serta kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan," ujar Puan.

Di samping itu, gejolak ekonomi global dan ketidakpastian disebut akan berlanjut pada tahun depan. Ditambah dengan agenda pembangunan berkelanjutan yang membutuhkan respon dari semua pihak, termasuk parlemen. "Kehadiran kita dalam pertemuan P20 adalah untuk dapat membangun komitmen kerja bersama, dalam merespon gejolak dan tantangan global tersebut," ujar Puan.

Terdapat empat isu yang akan dibahas dalam forum P20. Keempatnya, yakni tentang SDGs (Sustainable Development Goals), tentang green economy, tentang demokrasi, tentang gender equality.

Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR berharap para parlemen negara sahabat bisa melahirkan pernyataan bersama. Untuk kemudian dilanjutkan pada momentum G20 yang bertujuan untuk kepentingan dunia internasional.

"Kita berharap P20 ini bisa memberikan sumbangan untuk G20 di Bali pada bulan November, membentuk joint statement yang sudah didiskusikan dibicarakan jauh-jauh hari ini, jadi output dari pertemuan P20," ujar Ketua BKSAP Fadli Zon.