Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

9 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

BKKBN: Target Indonesia Terbebas dari Stunting di 2024

Jumat 07 Oct 2022 07:16 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil

BKKBN: Target Indonesia Terbebas dari Stunting di 2024. Foto:  ilustrasi Stunting

BKKBN: Target Indonesia Terbebas dari Stunting di 2024. Foto: ilustrasi Stunting

Foto: Republika/Mardiah
Dampak stunting adalah kurang sehat.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mengatakan, targetnya Indonesia terbebas dari stunting pada tahun 2024. Hal ini disampaikannya dalam acara Halaqah Nasional Pelibatan Penyuluh Agama, Dai dan Daiyah untuk Mendukung Percepatan Penurunan Stunting di Istana Wakil Presiden, Kamis (6/10/2022).

Hasto mengatakan, ukuran keberhasilan bagi sebuah negara dapat dilihat dari Human Capital Index (HCI), sebuah negara dikatakan maju jika masyarakatnya panjang umur, sehat dan produktif. Maka, telah menjadi cita-cita dan target bersama untuk mewujudkan generasi yang unggul.

Baca Juga

"Sesuai dengan arahan presiden dan wakil presiden agar kita bisa terbebas dari stunting di tahun 2024 menuju angka 14 persen, kita tahu sekarang angkanya masih 24,4 persen, dan WHO memberikan standar maksimal 20 persen," kata Hasto di Istana Wakil Presiden, Kamis (6/10/2022).

Ia menjelaskan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh dan berkembang yang dialami oleh anak-anak karena kurangnya asupan gizi dan kurangnya sehat karena penyakit infeksi berulang. Stunting juga terjadi karena adanya pengasuhan yang tidak optimal terutama di 1.000 hari kehidupan pertama mulai dari pertemuan sel telur dan sperma sampai umur dua tahun.

Ia menambahkan, dampak dari stunting adalah perkembangan tinggi badan yang tidak optimal sehingga menjadi pendek dan kecerdasannya tidak optimal.

"Sehingga stunting pasti pendek tapi pendek belum tentu stunting, stunting pasti kurang cerdas, tapi kurang cerdas belum tentu stunting," ujar Hasto.

Hasto mengatakan, dampak stunting selanjutnya adalah kurang sehat. Sebab, orang stunting kondisi metabolismenya berbeda, sehingga pada usia 40 tahun ke atas sudah mengalami penyakit noninfeksi, seperti kencing manis, darah tinggi, dan lain sebagainya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile