Rabu 19 Apr 2023 20:26 WIB

Jasa Marga Catat 714 Ribu Kendaraan Sudah Tinggalkan Jabotabek

Volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini meningkat 34,17 persen.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Lida Puspaningtyas
Kendaraan pemudik terjebak kemacetan di ruas Tol Cipali Km 80 arah Palimanan, Jawa Barat, Rabu (19/4/2023). Arus mudik di Tol Cipali beberapa hari jelang Idul Fitri 1444 H terpantau dipadati pemudik. Pemerintah memprediksi puncak arus mudik terjadi pada Rabu (19/4/2023) dan Kamis (20/4/2023).
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Kendaraan pemudik terjebak kemacetan di ruas Tol Cipali Km 80 arah Palimanan, Jawa Barat, Rabu (19/4/2023). Arus mudik di Tol Cipali beberapa hari jelang Idul Fitri 1444 H terpantau dipadati pemudik. Pemerintah memprediksi puncak arus mudik terjadi pada Rabu (19/4/2023) dan Kamis (20/4/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Jasa Marga mencatat sebanyak 714.794 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek sejak H-7 sampai dengan H-4 Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) Barrier/Utama, yaitu GT Cikupa (arah Merak), GT Ciawi (arah Puncak), GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (arah Bandung).

Mengutip laporan Jasa Marga, total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini meningkat 34,17 persen jika dibandingkan kondisi normal dari 532.768 kendaraan.

Baca Juga

Jika dibandingkan dengan periode Lebaran 2022, total volume lalu lintas ini justru masih lebih rendah 1 persen dari 722.295 kendaraan.

Lebih lanjut, untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek, mayoritas sebanyak 393.670 kendaraan atau 55,1 persen menuju arah timur yakni Tol Trans Jawa dan Bandung.