Senin 11 Mar 2024 19:15 WIB

Akademisi Uncen: Adat tidak Lagi jadi Hambatan Perempuan OAP Berkarir

Perempuan Papua kini terus kejar impiannya sama seperti perempuan lain.

Sejumlah warga mengenakan busana kebaya dalam perayaan Hari Kartini yang digelar Jurnalis dan Mantan Jurnalis Perempuan Sentani di Obhe Ondofolo, Sentani, Jayapura, Papua, Kamis (21/4/2022).
Foto: ANTARA/Gusti Tanati
Sejumlah warga mengenakan busana kebaya dalam perayaan Hari Kartini yang digelar Jurnalis dan Mantan Jurnalis Perempuan Sentani di Obhe Ondofolo, Sentani, Jayapura, Papua, Kamis (21/4/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Dosen Fakultas Ilmu Politik Universitas Cenderawasih Hiskia Sapioper mengakui saat ini adat tidak lagi menjadi hambatan bagi perempuan khususnya orang asli Papua (OAP) dalam berkarir dan menggapai cita-citanya.

"Perempuan Papua saat ini terus mengejar impiannya seperti halnya perempuan lainnya di Indonesia dan di dunia. Adat tidak lagi menjadi penghalang bagi mereka yang ingin meraih cita-citanya," kata Dosen Fakultas Ilmu Politik Universitas Cenderawasih Hiskia Sapioper dilansir ANTARA, di Jayapura, Senin (11/3/2024).

Baca Juga

Dia mengakui, apa yang saat ini dicapai perempuan Papua dan semua perempuan di Indonesia tidak lepas dari perjuangan RA Kartini yang berjuang agar perempuan sejajar dengan kaum pria.

Walaupun demikian pihaknya berharap agar bagi mereka yang berkarir dan memiliki keluarga tetap ingat akan kodrat sebagai istri dan ibu. "Jangan pernah lupa akan kodratnya sebagai seorang perempuan karena walaupun di luar dia adalah pimpinan tapi saat pulang ke rumah maka dirinya adalah ibu dan istri bagi suami serta anak-anaknya," kata Hiskia.

Dosen S1 dan S2 Jurusan Administrasi Publik itu mengakui, saat ini sudah banyak perempuan Papua yang berkarir di bidang-bidang yang sebelumnya hanya didominasi laki-laki seperti pilot. Oleh karena itu, ia berharap, perempuan Papua mampu membuktikan bisa meraih dan menempati jabatan-jabatan yang prestise.

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement