REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Polda Jawa Tengah (Jateng) telah menggelar rekonstruksi kasus penembakan tiga siswa SMKN 4 Semarang oleh Aipda Robig Zaenudin, anggota Polrestabes Semarang pada 30 Desember 2024. Namun rekonstruksi hanya berlangsung hingga momen penembakan yang terjadi di depan Alfamart di Jalan Kalipancur, Ngaliyan, Kota Semarang.
Rekonstruksi tak menggambarkan ke mana Robig setelah melakukan penembakan. Kuasa hukum Robig, Herry Darman, mengungkapkan, berdasarkan keterangan kliennya, Robig mencari tiga sepeda motor yang ditembaknya.
Gamma Rizkynata Oktafandy (GRO), korban tewas dalam penembakan tersebut, berada di sepeda motor pertama yang ditembak Robig. Motor itu ditumpangi GRO, MA, dan DA. GRO duduk di bagian tengah.
Sepeda motor kedua yang ditembak Robig ditumpangi oleh NU dan RA. Tembakan Robig meleset dan tak mengenai mereka. Sementara sepeda motor ketiga ditumpangi AD dan SA. Peluru Robig menyerempet dada AD kemudian menembus tangan kiri SA.
"(Setelah menembak) dia (Robig) mencari orang yang ditembak ini. Dia bertanya ke orang yang menjual nasi goreng. Dia (tukang nasi goreng) ngasih petunjuk 'Ke sana', terus dikejar," kata Herry Darman ketika diwawancara, Jumat (3/1/2025).
Dia menambahkan, tukang nasi goreng yang ditanya Robig berjualan tak begitu jauh dari TKP penembakan. Selain tukang nasi goreng, Robig, kata Herry, turut bertanya ke satu orang lainnya. "Sampai saat ini kita mencari mereka untuk dijadikan saksi. Tapi sayang, orang yang jual nasi goreng itu sudah tidak di TKP," ujar Herry.
Menurut Herry, Robig akhirnya menemukan kelompok korban. "Terus diantarlah ke Rumah Sakit (RS) Kariadi. Ini menurut keterangan klien saya," ungkapnya.
Dia mengatakan, kala itu ada dua korban tembak yang diantar Robig ke RS Kariadi. Salah satunya adalah Gamma atau GRO. "Sampai di sana (RS Kariadi), ketemu security, bahwa ini ada luka penembakan. Setelah itu dia (korban) diserahkan ke rumah sakit, rumah sakit minta nomor teleponnya RZ, selanjutnya RZ melaporkan (kronologis penembakan) ke Polrestabes (Semarang)," kata Herry.