REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Rektor UMJ, Ma'mun Murod Al Barbasy, menekankan bahwa wartawan memiliki peran penting dalam mendidik publik, memberikan kritik yang membangun, serta menawarkan solusi bagi berbagai permasalahan bangsa.
“Peran media cukup penting, peristiwa apa pun kalau media tidak melaporkan, masyarakat tidak bisa ikut menikmati,” ujar Ma’mun, saat membuka UKW.
UKW Angkatan 14 Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) UMJ berlangsung selama dua hari pada 21 hingga 22 Februari 2025 di Auditorium Kasman Singodimedjo Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMJ. UKW diselenggarakan dalam tiga jenjang wartawan yaitu muda, madya dan utama.
Ma'mun menekankan pentingnya peningkatan kualitas wartawan melalui UKW. Dengan kompetensi yang lebih baik, diharapkan praktik jurnalistik yang tidak akurat semakin berkurang.
Selain itu, ia juga menyoroti peran wartawan dalam suatu negara. Menurutnya, independensi adalah hal utama, di mana wartawan seharusnya tidak berpihak pada partai politik, organisasi, maupun institusi tempat mereka bekerja.

Wakil Ketua Dewan Pers Muhammad Agung Dharmajaya yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan kualitas wartawan juga sangat menentukan masa depan media.
Menurutnya, kompetensi wartawan sangat penting di tengah tantangan global saat ini. Penggunaan platform media baru sudah mendunia dan menjadi masalah sekaligus tantangan bagi wartawan.
“Ini adalah persoalan sekaligus tantangan apakah wartawan bisa hidup dan bertahan. Penghargaan dan apresiasi untuk para jurnalis yang baru bisa mengikuti UKW dengan kesadaran sendiri,” kata Agung.
Sebanyak 25 orang mengikuti UKW yang berasal dari berbagai daerah di antaranya Jakarta, Indramayu, Aceh, dan lain-lain. Mereka diuji oleh para penguji berpengalaman yaitu Rajab Ritonga, Edy Kuscahyanto, Imam Prihadiyoko, Aat Surya S, Yusuf M. Said, dan Nurcholis MA Basyari.
Komentar
Gunakan Google Gunakan Facebook